Langkah Tak Pernah Berhenti, Kakek Asbullah Bukti Semangat Tajemtra Abadi
- 06 September 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Langkah Tak Pernah Berhenti, Kakek Asbullah Bukti Semangat Tajemtra Abadi
JEMBER, 06 SEPTEMBER 2026 – Suasana Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) tahun ini sungguh memukau. Puluhan ribu warga dari berbagai lapisan berpadu berjalan bersama, melintasi rute sejauh 30 kilometer dari Alun-Alun Tanggul menuju pusat Kota Jember. Di antara lautan peserta itu, hadir satu sosok istimewa yang tak asing lagi bagi ajang ini: Asbullah (71), warga Kecamatan Kalisat.
Sejak pertama kali mengikuti Tajemtra pada 1977, Kakek Asbullah nyaris tak pernah melewatkannya. Selama hampir 50 tahun, ia konsisten hadir; satu-satunya momen ia tak dapat ikut adalah saat pandemi Covid-19 melanda. Bahkan sebelum Tajemtra, ia sudah kerap membuktikan ketangguhannya lewat Gerak Jalan Kencong–Jember (Kejem) pada akhir 1970-an, yang menempuh jarak hingga 45 kilometer.
"Saya mulai ikut Kejem tahun 1978. Tidak pernah berhenti, hanya saat pandemi Covid-19 kemarin," ujarnya dengan senyum tulus, Sabtu 05 September 2026.
Bagi pensiunan pegawai UPTD Pendidikan ini, Tajemtra bukan sekadar ajang olahraga, melainkan tradisi yang mengalir dalam hidupnya. Meski usia sudah berkepala tujuh, langkahnya tetap tegap. Baginya, kunci menempuh jarak jauh sederhana saja: niat yang teguh, semangat yang tak padam, serta menjaga kesehatan dan pola makan dengan disiplin.
"Semua bermula dari niat. Kalau kemauan sudah kuat dan tubuh dijaga baik, insyaallah sampai ke garis finis," tegasnya.
Semangatnya bukan sekadar kata-kata. Pada 2017, ia bahkan beruntung mendapatkan hadiah utama undian berupa satu unit sepeda motor, sebuah kenangan manis yang tak terlupakan. Berstatus sebagai mantan atlet lari maraton, kebiasaan berolahraga itulah yang kini tetap menjadi modal utamanya.
Melihat keteguhan Kakek Asbullah, Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, S.Sos., menyampaikan kekaguman yang mendalam.
"Semangat Kakek Asbullah adalah cermin nyata dari jiwa Tajemtra yang sesungguhnya—tekad yang tak pernah luntur dan cinta pada kebersamaan. Di usia 71 tahun, beliau masih mampu berjalan sejauh 30 kilometer bersama ribuan warga lain. Ini bukan sekadar kekuatan fisik, melainkan keteguhan hati yang patut kita teladani. Semoga semangat beliau menginspirasi generasi muda agar senantiasa menjaga kesehatan, mencintai tradisi, dan tetap bersatu dalam kebaikan," ungkap Fariqul.
Sementara itu, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang turun langsung melepas peserta meski kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, menyampaikan makna mendalam dari ajang ini. "Tadi saya masih diinfus, namun saya tak mungkin tidak hadir di tengah masyarakat. Tajemtra bukan sekadar laku jalan; filosofinya adalah gotong royong, kebersamaan, dan kekuatan berjalan bersama," ujarnya.
Tajemtra 2026 tercatat diikuti lebih dari 26.000 peserta, menjadikannya penyelenggaraan dengan partisipasi terbanyak sepanjang sejarah. Di antara keramaian itu, Kakek Asbullah tetap melangkah tenang—bukti bahwa semangat tak mengenal usia dan tradisi akan terus hidup selama ada hati yang menjaganya. (psn)