logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Libur Lebaran 2026, Rambipuji Tawarkan Wisata Edukasi hingga Sejarah yang Layak Viral

  • 19 Maret 2026
  • Dibaca 517 Kali
Bagikan Via:
libur-lebaran-2026-rambipuji-tawarkan-wisata-edukasi-hingga-sejarah-yang-layak-viral-20260326

Libur Lebaran 2026, Rambipuji Tawarkan Wisata Edukasi hingga Sejarah yang Layak Viral

JEMBER, 19 MARET 2026 - Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak hanya menawarkan kemeriahan tradisi mudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 2026. Di Kecamatan Rambipuji, deretan destinasi wisata berbasis edukasi, sejarah, hingga pemberdayaan ekonomi lokal mulai bersiap menyambut lonjakan wisatawan yang mencari pengalaman otentik dengan biaya terjangkau.

Pertama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Kaliwining yang tetap menjadi magnet utama. Bukan sekadar laboratorium penelitian, kawasan ini menyuguhkan wisata hulu ke hilir.

Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, menyebut tempat ini sebagai ruang belajar terbuka bagi publik. "Pengunjung diajak memahami perjalanan panjang kopi dan kakao, mulai dari pembibitan di kebun hingga proses pengolahan menjadi produk siap konsumsi," ujarnya.

Dengan hamparan kebun asri, Puslitkoka tidak hanya menjadi destinasi favorit keluarga dan mahasiswa, tetapi juga incaran para pemburu konten media sosial karena suasananya yang Instagramable.

Bagi pencinta sejarah, Rambipuji menyimpan permata tersembunyi bernama Gumuk Gong atau Watu Gong. Situs ini merupakan bukit kecil yang menyimpan prasasti kuno berukir huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta.

Meski pengembangannya belum dilakukan secara masif, keaslian situs ini justru menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai narasi masa lampau. Situs ini membuktikan bahwa Rambipuji pernah menjadi pusat peradaban penting di masa lalu.

Inovasi juga muncul dari tingkat desa. Kepala Desa Rambipuji, Dyah Setyorini, memperkenalkan Kampung Dinoyo di Dusun Gudang Karang sebagai model wisata berbasis komunitas yang sukses.

"Jangan ragu mampir ke Kampung Dinoyo. Kami menyuguhkan suasana pedesaan asli dengan berbagai wahana edukasi anak, mulai dari permainan tradisional hingga edukasi lingkungan," kata Dyah.

Sentuhan keramahan warga lokal membuat wisatawan seolah pulang ke kampung halaman sendiri, menjadikannya pilihan tepat bagi keluarga yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota.

Rambipuji juga memperkuat identitasnya sebagai sentra industri tempe. Melalui konsep Desa Wisata Tempe, pengunjung dapat melihat langsung proses fermentasi kedelai secara tradisional hingga mencicipi berbagai olahan kreatif dari UMKM setempat. Tren "from process to plate" diprediksi akan membuat destinasi kuliner ini viral di kalangan generasi muda.

Sebagai penutup hari, Bendung Bedadung menawarkan atmosfer yang tenang. Lokasi ini menjadi titik favorit warga lokal untuk piknik sederhana atau sekadar menikmati angin sore di pinggir aliran sungai Bedadung.

Pergeseran tren wisatawan yang kini lebih menyukai pengalaman autentik dan bermakna memberikan keuntungan bagi Rambipuji. Dengan strategi promosi digital yang tepat, wilayah ini berpotensi menjadi destinasi wisata viral di Jawa Timur pada tahun 2026.

Eksplorasi potensi lokal ini tidak hanya memberikan hiburan bagi pemudik, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi masyarakat sekitar. (sai)

Galeri Foto