Oleh : Kecamatan Ajung
LIGA SEPAK BOLA SANTRI ZONA 3 AJUNG RESMI DIMULAI DI DESA PANCAKARYA: PP IBNU KATSIR RAIH KEMENANGAN PERDANA, SEJUMLAH LAGA WARNAI HARI PERTAMA
- 16 Oktober 2025
- Dibaca 362 Kali
Bagikan Via:
LIGA SEPAK BOLA SANTRI ZONA 3 AJUNG RESMI DIMULAI DI DESA PANCAKARYA: PP IBNU KATSIR RAIH KEMENANGAN PERDANA, SEJUMLAH LAGA WARNAI HARI PERTAMA
Ajung, 15 Oktober 2025 – Semangat olahraga dan ukhuwah antar pesantren menggema di lapangan sepak bola Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Lapangan sederhana yang biasanya menjadi tempat latihan warga kini berubah menjadi arena penuh semangat untuk menggelar Liga Sepak Bola Santri Zona 3 Kecamatan Ajung, yang resmi dimulai pagi ini.
Turnamen ini diikuti oleh sejumlah pondok pesantren dari berbagai desa di wilayah Ajung, dengan total puluhan pemain santri yang siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan memperkuat karakter santri melalui dunia olahraga.
“Liga Santri ini adalah wadah pembinaan karakter. Di lapangan, para santri belajar tentang kerja sama, disiplin, dan kejujuran. Ini adalah nilai-nilai pesantren yang sejatinya juga diajarkan dalam olahraga,” ujar Wakil Ketua Askab Jember dalam sambutannya.Laga Perdana: PP Salafiyah vs PP Ibnu Katsir (0 – 2)
Pertandingan pembuka dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sejak pagi, lapangan Pancakarya sudah dipadati penonton dari berbagai kalangan — para santri, wali santri, warga sekitar, hingga perangkat desa yang ikut memberi dukungan. Suara sorakan dan tabuhan bedug kecil dari para pendukung menambah semarak suasana.Laga pertama mempertemukan Pondok Pesantren Salafiyah dari Desa Klompangan melawan Pondok Pesantren Ibnu Katsir. Tim Salafiyah yang diasuh oleh pelatih Iip Aji turun dengan seragam berwarna ungu, membawa total 18 pemain, termasuk pemain cadangan. Sementara itu, tim PP Ibnu Katsir dengan pelatih Wahyudi tampil gagah dengan seragam hitam kehijauan.Pertandingan berlangsung sengit sejak menit pertama. Wasit utama Eko Dian, yang dibantu oleh asisten wasit Zainudin dan Cahyo, memimpin jalannya laga dengan tegas dan profesional. Kedua tim tampil ngotot dan tidak ingin kehilangan momentum di pertandingan pembuka.
Pada menit ke-20 babak pertama, PP Ibnu Katsir berhasil mencetak gol melalui skema serangan cepat. Bola umpan silang yang dilepaskan dari sisi kiri lapangan berhasil dimanfaatkan oleh penyerang Ibnu Katsir dengan tendangan keras yang tidak mampu ditepis kiper Salafiyah. Skor berubah menjadi 1–0 untuk keunggulan Ibnu Katsir.
PP Salafiyah sempat mencoba membalas melalui serangan balik cepat, namun penyelesaian akhir yang kurang matang membuat peluang terbuang sia-sia. Hingga babak pertama usai, skor tetap bertahan 1–0.Memasuki babak kedua, PP Salafiyah tampil lebih agresif. Mereka memperoleh peluang emas setelah salah satu pemainnya dijatuhkan di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Namun, tendangan penalti yang dieksekusi gagal berbuah gol setelah ditepis oleh penjaga gawang Ibnu Katsir dengan reaksi cepat. Sorak kecewa terdengar dari para pendukung Salafiyah.
Petaka datang bagi Salafiyah di menit-menit akhir pertandingan. Ketika tim asuhan Iip Aji sedang asyik menyerang, Ibnu Katsir berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang dan mencetak gol kedua. Gol ini sekaligus mengunci kemenangan 2–0 untuk Ibnu Katsir hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Ibnu Katsir, Wahyudi, menyampaikan rasa syukur atas kemenangan perdana tersebut.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain dengan penuh semangat dan disiplin. Kami tidak hanya mengejar kemenangan, tapi juga ingin mengajarkan pentingnya kerja keras dan kebersamaan,” ujarnya usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih PP Salafiyah, Iip Aji, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus menelan kekalahan.
“Kalah menang biasa dalam sepak bola. Yang penting anak-anak belajar dari pengalaman hari ini. Kami akan evaluasi, terutama dalam penyelesaian akhir,” ucapnya dengan tenang.Laga Kedua: PP Maslahatul Ikhwan vs PP Al Fatah (Menang WO)Setelah jeda istirahat dan perbaikan lapangan, pertandingan kedua dijadwalkan pukul 12.00 WIB. Laga ini mempertemukan PP Maslahatul Ikhwan melawan PP Al Fatah. Namun, hingga waktu yang ditentukan, tim dari PP Al Fatah tidak hadir di lokasi pertandingan.
Sesuai kesepakatan panitia dan seluruh peserta, setiap tim yang tidak hadir tepat waktu akan dinyatakan kalah Walk Out (WO). Dengan demikian, kemenangan diberikan kepada PP Maslahatul Ikhwan dengan skor 3–0 tanpa bertanding.
Keputusan ini diterima semua pihak dengan lapang dada. Panitia menegaskan pentingnya disiplin waktu dalam kompetisi agar jadwal tidak molor dan seluruh pertandingan dapat berjalan tertib.Laga Ketiga: PP Al Muttaqin vs PP Al Ikhlas (Menang WO)
Pertandingan ketiga yang seharusnya berlangsung pukul 13.00 WIB antara PP Al Muttaqin dan PP Al Ikhlas juga berakhir tanpa pertandingan. Tim PP Al Ikhlas tidak hadir di lapangan hingga waktu pertandingan dimulai.
Panitia kembali menerapkan aturan yang sama dan menetapkan PP Al Muttaqin sebagai pemenang dengan skor WO 3–0. Meskipun dua laga berakhir WO, panitia tetap optimistis bahwa pertandingan-pertandingan berikutnya akan berjalan lebih baik.
“Kita ambil hikmahnya saja. Ini masih awal. Harapannya, seluruh tim lebih memperhatikan jadwal supaya kompetisi ini berjalan lancar,” ujar salah satu panitia pertandingan, H. Fathurrahman, saat ditemui di lapangan.Laga Keempat: PP Subulus Salam vs PP Syarif Hidayatullah (3 – 0)Pertandingan keempat yang dimulai pukul 14.00 WIB mempertemukan PP Subulus Salam dengan PP Syarif Hidayatullah. Kedua tim tampil penuh semangat dan menunjukkan permainan terbaik mereka.
PP Subulus Salam langsung tancap gas sejak menit awal. Serangan mereka yang cepat dan rapi membuat pertahanan PP Syarif Hidayatullah kewalahan. Gol pertama tercipta di menit ke-8 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
Memasuki babak kedua, PP Subulus Salam semakin percaya diri. Dua gol tambahan berhasil mereka sarangkan ke gawang lawan, masing-masing di menit ke-35 dan menit ke-45. Skor akhir 3–0 menandai kemenangan mutlak bagi Subulus Salam.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi namun tetap dalam suasana sportivitas. Kedua tim saling berjabat tangan setelah pertandingan, menunjukkan bahwa esensi utama kompetisi ini adalah kebersamaan dan rasa saling menghormati.
“Kami bangga anak-anak bisa main dengan tenang dan kompak. Kemenangan ini kami persembahkan untuk pesantren dan para guru,” ujar salah satu pemain Subulus Salam yang menjadi pencetak gol kedua.Laga Kelima: PP Amisri vs PP Nurul Fatah (0 – 1)
Laga terakhir yang dimulai pukul 15.00 WIB menjadi penutup hari pertama Liga Santri Zona 3 Ajung. Pertandingan mempertemukan PP Amisri melawan PP Nurul Fatah.
Pertandingan ini berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim tampil saling menyerang dan menunjukkan kualitas teknik yang baik. Beberapa kali peluang tercipta, namun hingga babak pertama berakhir skor masih 0–0.Di babak kedua, PP Nurul Fatah akhirnya mampu memecah kebuntuan. Melalui serangan balik cepat, pemain sayap mereka berhasil melewati dua bek lawan dan mencetak gol indah di menit ke-50. Skor 1–0 bertahan hingga pertandingan usai.
Dengan hasil tersebut, PP Nurul Fatah memastikan diri sebagai salah satu tim kuat yang patut diperhitungkan di zona ini.
“Anak-anak luar biasa. Mereka bermain dengan hati dan tetap menjaga adab di lapangan. Inilah ciri khas santri sejati,” ujar pelatih PP Nurul Fatah usai pertandingan.
Hari pertama Liga Sepak Bola Santri Zona 3 Ajung berjalan sukses dan lancar. Meskipun ada dua laga yang berakhir WO, semangat para peserta dan dukungan masyarakat tetap luar biasa.
Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang bisa mempererat hubungan antar pesantren sekaligus menjadi ajang pencarian bibit pemain sepak bola potensial dari kalangan santri.
“Sepak bola santri bukan hanya hiburan, tapi juga pendidikan karakter. Semoga kompetisi ini terus berlanjut dan melahirkan talenta yang membanggakan,” tutur Wakil Ketua Askab Jember menutup acara hari pertama.Rekap Hasil Pertandingan Hari Pertama Liga Santri Zona 3 Ajung:1. PP Salafiyah 0 – 2 PP Ibnu Katsir2. PP Maslahatul Ikhwan menang WO atas PP Al Fatah (3–0)3. PP Al Muttaqin menang WO atas PP Al Ikhlas (3–0)4. PP Subulus Salam 3 – 0 PP Syarif Hidayatullah5. PP Amisri 0 – 1 PP Nurul FatahLiga Santri Zona 3 Ajung bukan hanya pertandingan sepak bola semata, melainkan juga ajang silaturahmi, pembinaan mental, dan latihan tanggung jawab bagi para santri. Dengan semangat “Santri Sehat, Santri Hebat”, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi tradisi positif bagi generasi muda pesantren di Kabupaten Jember.#LigaSantriAjung #Zona3 #AjungBerprestasi #PondokPesantren #LigaSantri2025 #SantriBerprestasi #AskabJember #SepakBolaSantri #gusfawait#wadulguse#pemkabjember#diskominfojember