Longsor Terjang Jember Kidul, Dua Rumah Roboh dan Warga Terperosok 15 Meter
- 06 November 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Longsor Terjang Jember Kidul, Dua Rumah Roboh dan Warga Terperosok 15 Meter
JEMBER, 6 November 2206 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerima laporan kejadian tanah longsor yang berdampak pada sejumlah rumah warga di Jalan HOS Cokroaminoto V, RT 001/RW 034, Lingkungan Kebon Kidul, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jumat (6/11/2026) malam.
Laporan kejadian tersebut diterima Pusdalops PB BPBD Kabupaten Jember sekitar pukul 19.39 WIB dari Destana dan Ketua RW 034 Lingkungan Kebon Kidul. Berdasarkan laporan awal, longsor dipicu oleh tergerusnya tanah di sekitar aliran sungai setelah hujan deras yang terjadi pada 4–5 November 2026.
Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima petugas, arus air dari arah Lingkungan Pattimura menyebabkan tanah di sekitar aliran sungai mengalami pengikisan.
"BPBD menerima laporan dari Destana dan Ketua RW terkait tanah yang tergerus arus air. Dampaknya terdapat tiga rumah yang terdampak, dan dua rumah mengalami kerusakan berat hingga bagian samping rumah roboh," kata Firman.
Kerusakan pada dua rumah tersebut terjadi pada bagian kamar dan dapur. Kondisi itu juga menyebabkan sebagian harta benda serta peralatan rumah tangga milik warga mengalami kerusakan parah.
Selain kerusakan bangunan, kejadian tersebut juga menyebabkan seorang warga, Rut Kristiani, terjatuh ke dalam lubang dengan kedalaman sekitar 15 meter. Saat itu, korban berupaya menyelamatkan dokumen dan barang berharga miliknya.
Berdasarkan laporan sementara, Rut Kristiani mengalami luka ringan berupa lecet. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Secara keseluruhan, terdapat empat kepala keluarga yang terdampak, yakni Bendot, Sebrok, Nur Hadi, dan Rut Kristiani. Selain rumah warga, jembatan penghubung RW 034 Lingkungan Kebon Kidul dengan RW 031 Lingkungan Pattimura juga mengalami kerusakan.
Setelah menerima laporan, BPBD Jember melakukan upaya awal dengan berkoordinasi dengan pihak Destana. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi kondisi terkini di lokasi sekaligus mendukung langkah penanganan terhadap warga terdampak.
BPBD Jember merekomendasikan dilakukannya asesmen di lokasi kejadian untuk mengetahui secara lebih rinci tingkat kerusakan rumah, kondisi tanah, serta dampak terhadap jembatan penghubung antarrukun warga tersebut.
Selain itu, BPBD juga merekomendasikan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan darurat dan pemberian bantuan lebih lanjut kepada warga terdampak.
"Selanjutnya perlu dilakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan dan kondisi di sekitar lokasi. Kami juga merekomendasikan koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan darurat dan bantuan kepada warga dapat dilakukan sesuai kebutuhan," ujar Firman.
BPBD mengingatkan bahwa kondisi tanah di sekitar aliran sungai yang telah mengalami pengikisan perlu mendapat perhatian, terutama setelah hujan deras. Hasil asesmen nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, baik terhadap rumah warga maupun infrastruktur jembatan yang mengalami kerusakan.(tgh)