logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Mahasiswa KKN Kolaboratif Baratan 2026 Resmi Dilepas, Kelurahan Apresiasi Kontribusi Nyata untuk Desa

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
mahasiswa-kkn-kolaboratif-baratan-2026-resmi-dilepas-kelurahan-apresiasi-kontribusi-nyata-untuk-desa-20260821

Mahasiswa KKN Kolaboratif Baratan 2026 Resmi Dilepas, Kelurahan Apresiasi Kontribusi Nyata untuk Desa

Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Pendopo Kelurahan Baratan pada Jumat pagi, 21 Agustus 2026. Hari ini menjadi momen perpisahan yang bermakna bagi para mahasiswa yang telah mengabdikan diri selama 35 hari melalui program KKN Kolaboratif Baratan 2026. Acara pelepasan ini menandai berakhirnya masa bakti para mahasiswa yang telah berbaur dan berkontribusi langsung dalam memajukan kelurahan selama masa program berlangsung.

​Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kolaboratif Baratan, Dra. Supihastutik, M.Pd., serta Plt. Lurah Baratan, Denny Wijiyati, S.AP. Kehadiran para tamu undangan menambah kekhidmatan prosesi penutupan yang dirancang sederhana namun menyentuh hati tersebut.

​Program KKN Kolaboratif tahun 2026 ini bukan sekadar tugas akademik bagi para mahasiswa, melainkan sebuah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat melalui berbagai program wajib yang dicanangkan di Kabupaten Jember, yang meliputi verifikasi dan validasi data untuk membantu pemerintah melakukan pendataan akurat terkait angka kemiskinan langsung di lapangan, pengentasan kemiskinan melalui penyusunan program penanganan dan pemberdayaan ekonomi warga yang tepat sasaran, penanganan sampah dan lingkungan melalui pengelolaan sampah terpadu serta menjaga kebersihan lingkungan desa, hingga dukungan layanan kesehatan berupa sosialisasi dan pendampingan program Universal Health Coverage (UHC) atau layanan kesehatan gratis bagi warga. Selama 35 hari berada di Kelurahan Baratan, para mahasiswa telah menginisiasi berbagai program kerja tersebut yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendampingan pendidikan, hingga penyelesaian isu-isu administratif di tingkat desa.

​Dalam sambutannya, DPL KKN Kolaboratif Baratan, Dra. Supihastutik, M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kelurahan yang telah memfasilitasi mahasiswa dengan sangat baik. Beliau berharap bahwa sinergi yang terjalin selama ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam menapaki dunia profesional di masa depan.

​Puncak dari rangkaian acara pelepasan adalah penyampaian pesan dan kesan dari Plt. Lurah Baratan, Denny Wijiyati, S.AP. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa mahasiswa bukan lagi dianggap sebagai orang luar, melainkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Baratan.

​Denny Wijiyati, S.AP., mengungkapkan apresiasi mendalamnya terhadap kehadiran mahasiswa, "Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kontribusi nyata yang telah diberikan oleh adik-adik mahasiswa selama masa KKN ini. Kalian bukan sekadar datang untuk menjalankan tugas, tetapi sudah menjadi bagian dari masyarakat kami. Program-program yang kalian laksanakan benar-benar menjawab kebutuhan riil kelurahan dan masyarakat. Pengalaman di lapangan selama 35 hari ini hendaknya menjadi bekal berharga bagi kalian untuk masa depan. Meski masa KKN telah usai, saya harap komunikasi dan silaturahmi kita tetap terjaga dengan baik. Terima kasih kepada pihak kampus, seluruh mahasiswa, dan pihak-pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini," ungkap Denny dengan hangat.

​Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan cinderamata sebagai simbol kenang-kenangan dari mahasiswa untuk kelurahan, serta foto bersama seluruh peserta yang hadir. Momen tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berpamitan secara personal kepada para perangkat desa dan warga yang hadir.

​Program KKN Kolaboratif Baratan 2026 ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan (sustainable impact) bagi perkembangan Kelurahan Baratan ke depannya. Para mahasiswa telah meninggalkan warisan berupa sistem, semangat, dan ide-ide kreatif yang dapat diteruskan oleh warga desa dalam mengelola potensi daerahnya.

​Sebagai penutup, seluruh pihak berkomitmen untuk tetap menjalin komunikasi melalui kanal-kanal yang telah terbentuk, memastikan bahwa apa yang telah dibangun bersama selama 35 hari pengabdian ini tidak berhenti di hari perpisahan saja. Pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari jejaring kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat desa dalam membangun negeri. (fzr)

Galeri Foto