logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Mengenal Tradisi dan Budaya Lewat Seni Tari di Ajang FLS3N Tingkat SMP Jember

  • 23 Mei 2026
  • Dibaca 127 Kali
Bagikan Via:
mengenal-tradisi-dan-budaya-lewat-seni-tari-di-ajang-fls3n-tingkat-smp-jember-20260525

Mengenal Tradisi dan Budaya Lewat Seni Tari di Ajang FLS3N Tingkat SMP Jember

JEMBER, 23 MEI 2026 - Kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP Kabupaten Jember yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember berlangsung meriah dan penuh semangat pelestarian budaya. Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk menampilkan kreativitas seni sekaligus mengenalkan budaya lokal melalui seni tari kepada masyarakat luas.

Puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember tampil membawakan tari kreasi dengan beragam tema budaya daerah. Setiap penampilan menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga tradisi dan warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern saat ini.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian penonton dan dewan juri datang dari siswa-siswi SMPN 1 Rambipuji yang membawakan tari kreasi berjudul Rampe Gong. Tarian tersebut terinspirasi dari budaya masyarakat Watu Gong di wilayah Rambipuji yang hingga kini masih menjaga tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Dengan balutan kostum tradisional bernuansa etnik serta gerakan yang lembut namun energik, para penari tampil memukau di atas panggung Aula Dispendik Jember. Alunan musik tradisional yang mengiringi tarian semakin memperkuat nuansa budaya lokal yang ingin disampaikan kepada para penonton.

Pendamping peserta dari SMPN 1 Rambipuji, Zaitun Agustina, mengatakan bahwa seni tari menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda. Menurutnya, melalui kegiatan FLS3N, siswa tidak hanya belajar tentang teknik menari, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Melalui seni tari, anak-anak bisa mengenal tradisi dan budaya daerahnya sendiri. Kami ingin generasi muda tetap mencintai budaya lokal dan tidak melupakan warisan leluhur. Tari Rampe Gong ini terinspirasi dari budaya masyarakat Watu Gong yang sampai sekarang masih dijaga dan dihormati oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Guru Bahasa inggris ini menjelaskan bahwa proses latihan dilakukan secara intensif selama beberapa minggu sebelum pelaksanaan lomba. Para siswa diajak memahami filosofi setiap gerakan tari agar mampu menyampaikan makna budaya kepada penonton secara lebih mendalam.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan seni seperti FLS3N sangat penting untuk membangun karakter, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni.

“Anak-anak sangat antusias selama latihan. Mereka merasa bangga bisa membawakan tarian yang mengangkat budaya daerah sendiri. Ini menjadi pengalaman berharga karena mereka belajar bahwa seni bukan hanya hiburan, tetapi juga cara menjaga budaya agar tetap hidup,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, turut memberikan apresiasi terhadap seluruh peserta yang telah menampilkan karya terbaiknya dalam ajang FLS3N tingkat SMP tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seni budaya seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“FLS3N bukan sekadar ajang lomba seni, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa. Kami bangga melihat siswa-siswi Jember mampu menghadirkan karya tari yang kreatif dengan mengangkat budaya lokal sebagai identitas daerah,” ungkapnya.

Arief Tjahyono menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya di lingkungan sekolah. Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini sangat penting agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap daerah dan bangsa Indonesia.

“Melalui seni tari, siswa belajar disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Yang paling penting, mereka belajar mencintai budaya sendiri. Kami berharap budaya lokal Jember bisa terus dikenal luas melalui kreativitas anak-anak muda,” katanya. (hz)

Galeri Foto