Wujudkan Lingkungan Kerja Asri, Camat Tanggul Ajak Masyarakat Rutin Gelar Korve
- 10 April 2026
- Dibaca 197 Kali
Bagikan Via:
Wujudkan Lingkungan Kerja Asri, Camat Tanggul Ajak Masyarakat Rutin Gelar Korve
JEMBER, 10 APRIL 2026 - Budaya korve (kerja bakti) sebagai kegiatan gotong royong membersihkan dan merapikan lingkungan, kini semakin meluas di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Kebiasaan yang awalnya hanya identik dengan institusi TNI dan Polri itu, kini juga rutin dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat.
Di wilayah Tanggul, korve dilaksanakan secara berkala di berbagai tempat, mulai dari sekolah, lingkungan rukun warga (RW), pasar, hingga puskesmas. Masyarakat tampak bahu-membahu menjaga kebersihan lingkungan tanpa terpaku pada hari tertentu, seperti Jumat yang selama ini identik dengan kerja bakti.
Camat Tanggul, Fariqul, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, komunitas peduli lingkungan, serta aparatur sipil negara (ASN) yang aktif berpartisipasi. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus bekerja dengan ikhlas demi kemajuan wilayah.
Menurutnya, lingkungan kerja yang bersih dan tertata tidak hanya menciptakan suasana yang kondusif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
“Kebersihan lingkungan kerja merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Lingkungan sekolah yang bersih juga diharapkan mampu mendorong siswa lebih giat belajar,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Ia menambahkan, kegiatan korve kini tidak sekadar rutinitas, melainkan telah menjadi budaya positif yang dilakukan sebelum memulai aktivitas kerja.
Dengan pembiasaan tersebut, pihaknya berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat seiring dengan terbentuknya budaya kerja yang bersih, tertib, dan asri.
“Semoga seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Tanggul terus membudayakan kerja bakti atau korve ini demi menjaga lingkungan yang bersih dan asri,” pungkasnya.
Selain menciptakan lingkungan yang sehat, gerakan korve juga dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian warga terhadap ruang publik, sehingga diharapkan dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. (psn)