Menjaga Akurasi Data dan Stabilitas Harga Sapi Jelang Idul Adha 2026
- 14 Mei 2026
- Dibaca 169 Kali
Bagikan Via:
Menjaga Akurasi Data dan Stabilitas Harga Sapi Jelang Idul Adha 2026
JEMBER, 14 MEI 2026 - Menjelang Hari Raya Idul Adha Tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaporan Inseminasi Buatan (IB) dan Kelahiran, penguatan data peternakan, serta survei harga komoditas ternak sapi di tingkat hulu.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan lokasi di Wilayah Kerja (Wilker) Puskeswan Mayang, Puskeswan Silo, serta peternakan rakyat.
Kegiatan monev tersebut bertujuan memastikan akurasi dan keterpaduan data peternakan, khususnya terkait pelaporan IB dan kelahiran ternak, sekaligus memperoleh gambaran riil kondisi harga sapi hidup menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban. Tim yang terlibat berasal dari Bidang Peternakan dan jajaran Puskeswan Mayang serta Puskeswan Silo, yang secara langsung melakukan koordinasi dan kunjungan lapang ke peternak.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa koordinasi pendataan peternakan dan pelaporan IB di kedua puskeswan telah berjalan dengan baik. Namun demikian, Puskeswan Mayang menyampaikan beberapa masukan, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, khususnya petugas teknis peternakan internal, sehingga satu petugas harus menangani beberapa desa sekaligus.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas pelayanan kepada peternak. Selain itu, diusulkan pengadaan kartu akseptor IB sebagai sarana administrasi dan identitas pelayanan reproduksi ternak.
Dari hasil survei harga di lapangan, diketahui bahwa harga sapi hidup saat ini berada pada kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta per ekor. Variasi harga tersebut dipengaruhi oleh jenis sapi, umur ternak, bobot badan, kondisi kesehatan, serta kualitas fisik ternak.
Salah satu anggota tim Bidang Peternakan DKPPP Jember, drh. Elok Kristanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesiapan sektor peternakan daerah.
“Data yang akurat dan pelayanan yang optimal menjadi kunci dalam menjamin ketersediaan dan stabilitas harga sapi menjelang Idul Adha, sekaligus meningkatkan kepercayaan peternak terhadap layanan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, hasil kunjungan ke peternak menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas Puskeswan dinilai sangat baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh peternak di lapangan. Hal ini menjadi modal penting dalam upaya penguatan data peternakan dan peningkatan kesejahteraan peternak di Kabupaten Jember. (div)