logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Merajut Persaudaraan, Tokoh Agama dan Pemerintah Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Keutuhan NKRI

  • 27 Juli 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
merajut-persaudaraan-tokoh-agama-dan-pemerintah-teguhkan-komitmen-jaga-kerukunan-dan-keutuhan-nkri-20260727

Merajut Persaudaraan, Tokoh Agama dan Pemerintah Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan dan Keutuhan NKRI

JEMBER, 27 Juli 2026 – Semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali diteguhkan melalui kegiatan sarasehan bertema “Merajut Persaudaraan” yang digelar di RIS, Kabupaten Jember, Senin (27/7/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog lintas elemen masyarakat untuk memperkuat kerukunan, toleransi, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Sarasehan ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang diwakili oleh H. Abd Hamid Pujiono dan Mangku Nengah Sukarya, Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember yang terdiri dari Mega Wulandari, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan (Sosbudagormas), Dwi Handarisasi, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri), serta jajaran staf Bakesbangpol Kabupaten Jember.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut bertujuan mempererat hubungan antarumat beragama, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Saif menegaskan bahwa persatuan merupakan modal utama dalam menjaga keberlangsungan bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.

“Dengan semangat bersatu untuk NKRI harga mati dan Pancasila final. Tidak ada ruang bagi perpecahan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf. Rifqi Muhammad Syuhada menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi dan masyarakat yang memiliki semangat untuk bangkit, berjuang, serta bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik.

“Indonesia membutuhkan orang-orang yang mau bangkit dan berjuang bersama-sama untuk bersatu membangun masa depan Indonesia. Jangan pernah memecah belah NKRI dengan isu SARA karena hal tersebut hanya akan merusak persaudaraan yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa,” tegas Dandim.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan FKUB Jember H. Abd Hamid Pujiono menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia mengingatkan bahwa potensi konflik sosial selalu ada sehingga diperlukan komitmen bersama untuk terus menjaga keharmonisan.

“Kerukunan antarumat beragama adalah pondasi dasar dalam kehidupan berbangsa. Potensi konflik tetap ada, sehingga seluruh elemen masyarakat harus terus menjaga dan merawat kerukunan agar kehidupan sosial tetap harmonis,” ungkapnya.

Dari unsur pemerintah daerah, Mega Wulandari menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya sarasehan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat komunikasi, membangun pemahaman bersama, serta mencegah munculnya potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“Kami mengapresiasi kegiatan sarasehan ini karena menjadi wadah yang efektif untuk mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Mega.

Melalui sarasehan “Merajut Persaudaraan”, seluruh peserta sepakat bahwa menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk provokasi berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan merupakan tanggung jawab bersama. Dialog yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan bangsa harus terus dirawat melalui komunikasi, saling menghormati, dan kerja sama lintas elemen masyarakat.

Kegiatan berakhir pada pukul 21.30 WIB dengan suasana penuh keakraban serta komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan mempertahankan NKRI sebagai rumah bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.(but)

Galeri Foto