Menjaga Gumuk Lesung, Merawat Jejak Sejarah dan Identitas Jember
- 16 Agustus 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Menjaga Gumuk Lesung, Merawat Jejak Sejarah dan Identitas Jember
JEMBER, 16 AGUSTUS 2026 - Keberadaan Gumuk Lesung atau lumpang di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, menjadi bagian penting dari jejak sejarah dan kebudayaan yang perlu dijaga bersama. Situs yang termasuk dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) tersebut tidak hanya memiliki nilai fisik, tetapi juga menyimpan potensi informasi mengenai kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Perlindungan terhadap Gumuk Lesung menjadi semakin penting karena keberadaan situs tersebut sempat terancam oleh aktivitas penambangan liar di sekitar area situs. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas yang tidak memperhatikan kelestarian kawasan dapat berpotensi mengganggu keberadaan objek yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos., menegaskan bahwa pelestarian situs budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
“ODCB seperti Gumuk Lesung ini merupakan bagian dari jejak sejarah yang perlu kita jaga bersama. Perlindungan tidak hanya dilakukan melalui pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak atau mengganggu keberadaan situs,” ujarnya, Minggu 16 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan objek diduga cagar budaya memiliki arti penting bagi generasi saat ini dan mendatang. Situs tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan untuk mengenali sejarah, kebudayaan, serta perkembangan kehidupan masyarakat di suatu wilayah.
Karena itu, upaya menjaga Gumuk Lesung perlu dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat di sekitar kawasan diharapkan turut berperan dengan menjaga lingkungan situs, tidak melakukan tindakan yang dapat merusak objek, serta melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengancam kelestarian situs.
Pelestarian juga perlu dibangun melalui edukasi dan kesadaran bahwa benda maupun kawasan bersejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai pengetahuan dan identitas budaya yang tidak dapat digantikan apabila mengalami kerusakan atau kehilangan.
“Harapannya, masyarakat semakin memahami bahwa situs seperti Gumuk Lesung merupakan warisan yang harus diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi berikutnya. Mari saling menjaga, karena pelestarian budaya adalah tanggung jawab kita bersama,” lanjut Agung.
Keberadaan Gumuk Lesung di Desa Purwoasri menjadi pengingat bahwa pembangunan dan aktivitas ekonomi perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap warisan budaya. Dengan kepedulian pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, situs tersebut diharapkan tetap terjaga sehingga nilai sejarah dan budayanya dapat terus dipelajari serta dikenalkan kepada generasi mendatang.
Pelestarian Gumuk Lesung bukan hanya tentang menjaga sebuah objek, tetapi juga menjaga cerita, pengetahuan, dan identitas yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Jember. (af)