Dinkes PPKB Jember Evaluasi Kinerja Program KIA untuk Percepat Penurunan AKI dan AKB
- 13 Mei 2026
- Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Evaluasi Kinerja Program KIA untuk Percepat Penurunan AKI dan AKB
JEMBER, 13 MEI 2026 - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember menggelar kegiatan Evaluasi Kinerja Penanggung Jawab Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diikuti oleh seluruh penanggung jawab KIA puskesmas se-Kabupaten Jember.
Kegiatan yang Dilaksanakan di Aula Dinkes PPKB Jember ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak guna menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Ni Ketut Ardani, S.Psi., M.Kes., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dyah Kusworini Indriaswati, SKM.,M.Si serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Gini W, M.Kes bersama Seluruh Penanggung Jawab KIA Puskesmas SeKabupaten Jembertim terkait.
Evaluasi ini tidak hanya dilakukan untuk validasi data ibu hamil di masing-masing wilayah kerja puskesmas, tetapi juga untuk menilai capaian kinerja program KIA di lapangan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dan hambatan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang masih ditemui di wilayah kerja puskesmas.
Dalam sambutannya, Ni Ketut Ardani menyampaikan bahwa validasi data dan evaluasi program menjadi langkah penting dalam menentukan intervensi pelayanan yang tepat sasaran. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil harus terus diperkuat melalui koordinasi dan pemantauan yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan evaluasi ini diharapkan seluruh puskesmaDapat memperkuat pemantauan terhadap ibu hamil, meningkatkan mutu pelayanan KIA, serta mempercepat upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.
Selain membahas capaian program, kegiatan ini juga menjadi forum penentuan tindak lanjut program KIA agar pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama semakin optimal. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat
Untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan, mulai dari pemeriksaan kehamilan rutin, pemantauan risiko kehamilan, hingga proses persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang SDK, Dyah Kusworini Indriaswati, SKM., M.Si turut menekankan pentingnya ketepatan pelaporan data serta pendampingan terhadap ibu hamil berisiko tinggi. Data yang valid dinilai menjadi dasar penting dalam
Pengambilan keputusan dan penanganan kasus secara cepat di lapangan. Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Gini W., M.Kes menyampaikan bahwa penguatan layanan kesehatan ibu dan anak memerlukan sinergi seluruh tenaga kesehatan di puskesmas.
Menurutnya, percepatan penurunan AKI dan AKB tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada ketepatan deteksi risiko, edukasi kepada masyarakat, serta kesinambungan pelayanan kesehatan ibu hamil.