MPLS 2026 Jadi Momentum Membangun Generasi Tangguh Bencana di Jember
- 16 Juli 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
MPLS 2026 Jadi Momentum Membangun Generasi Tangguh Bencana di Jember
JEMBER, 16 JULI 2026 – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kabupaten Jember tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan belajar bagi peserta didik baru, tetapi juga dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dengan sejumlah satuan pendidikan, lebih dari seribu peserta didik memperoleh pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana pada Kamis, 16 Juli 2026.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata bahwa pendidikan karakter saat ini tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga kemampuan menyelamatkan diri ketika menghadapi situasi darurat.
Program edukasi kebencanaan dilaksanakan di empat lokasi, yakni SMK Kartini Jember, SMA Negeri 2 Tanggul, Pondok Pesantren Madinatul Ulum, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi masing-masing lembaga pendidikan yang mengundang BPBD Kabupaten Jember sebagai pemateri dalam rangkaian MPLS.
Kehadiran BPBD menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana.
Sebanyak sekitar 1.032 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas kurang lebih 200 siswa SMK Kartini Jember, 360 siswa SMA Negeri 2 Tanggul, 250 santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, serta 222 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember.
Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari para pemateri, tetapi juga aktif mengikuti diskusi mengenai berbagai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Dalam sosialisasi tersebut, BPBD Kabupaten Jember memperkenalkan berbagai materi dasar kebencanaan, mulai dari potensi ancaman bencana yang ada di wilayah Kabupaten Jember, prosedur penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, pentingnya menyiapkan tas siaga bencana, hingga membangun budaya sadar risiko di lingkungan sekolah.
Bekal tersebut diharapkan menjadi pengetahuan dasar yang dapat diterapkan oleh peserta didik selama berada di sekolah maupun ketika berada di rumah bersama keluarga.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal di masing-masing lokasi. Di SMK Kartini Jember, materi disampaikan oleh Venny Nur Farida, S.T. bersama Farikha Mualida Nafi Arti, S.T. mulai pukul 07.30 WIB.
Selanjutnya, Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo. memberikan materi di SMA Negeri 2 Tanggul pada pukul 09.00 WIB dan kembali menjadi pemateri di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember pada pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, edukasi disampaikan oleh Nanang Ahmad Fauzi, S.Si. bersama M. Faris Fadhil, STr.P. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Narasumber BPBD Kabupaten Jember, Nanang Ahmad Fauzi, S.Si. menyampaikan bahwa penguatan kesiapsiagaan bencana perlu dimulai sejak peserta didik pertama kali mengenal lingkungan sekolah.
Menurutnya, membangun budaya sadar bencana tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus menjadi bagian dari proses pendidikan yang berkelanjutan.
"Melalui MPLS, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan sederhana tentang langkah penyelamatan diri, mengenali risiko di sekitar, hingga membiasakan budaya siaga akan menjadi bekal penting bagi peserta didik apabila sewaktu-waktu menghadapi kondisi darurat," ujarnya.
Melalui kolaborasi yang terjalin antara BPBD Kabupaten Jember, pihak sekolah, pondok pesantren, serta mahasiswa magang FKIP Universitas Jember, edukasi kebencanaan diharapkan semakin melekat dalam budaya sekolah.
Dengan demikian, peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, kesiapan, dan kemampuan untuk melindungi diri maupun membantu sesama ketika terjadi bencana.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Kabupaten Jember dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan berdaya menghadapi berbagai ancaman bencana. (bob)