Operasi SAR Hari Ketujuh di Pantai Paseban Jember Dihentikan, Dua Nelayan Masih Hilang
- 25 Agustus 2026
- Dibaca 92 Kali
Bagikan Via:
Operasi SAR Hari Ketujuh di Pantai Paseban Jember Dihentikan, Dua Nelayan Masih Hilang
JEMBER, 25 AGUSTUS 2026 - Operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu mereka dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari ketujuh, Selasa, 25 Agustus 2026.
Setelah dilakukan pencarian selama sepekan, operasi SAR gabungan akhirnya dihentikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh, mengatakan dua korban yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Mujai (58), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, dan Samsul (45), warga desa yang sama.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Basarnas, operasi SAR dihentikan atau ditutup. Namun, pemantauan dan koordinasi dengan keluarga korban serta potensi SAR setempat tetap dilakukan,” kata Didi, Selasa.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Rabu,19 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Perahu nelayan yang membawa lima orang dihantam gelombang di sekitar perairan Pantai Paseban.
Dalam kejadian itu, satu orang, Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, ditemukan meninggal dunia pada 19 Agustus 2026. Sementara korban lainnya, Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu,23 Agustus 2026 sekitar pukul 14.15 WIB.
Satu korban lainnya, Samino (65), warga Desa Puger Wetan, berhasil selamat. Dengan demikian, dari lima orang di atas perahu, dua korban selamat atau ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih belum ditemukan.
Pada hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan mulai bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba pukul 10.00 WIB. Setelah briefing, tim membagi pencarian menjadi dua sektor.
SRU 1 melakukan pencarian secara visual di permukaan laut menggunakan perahu jukung nelayan. Sementara SRU 2 menyisir garis pantai Pantai Paseban sepanjang sekitar tiga kilometer.
Pencarian dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB dan dilanjutkan evaluasi serta koordinasi pada pukul 17.00 WIB. Salah satu kendala utama dalam operasi adalah kondisi gelombang laut yang mencapai sekitar empat meter.
Selain pencarian, BPBD Jember juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada keluarga korban.
Didi Teguh mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada BPBD maupun Basarnas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi melibatkan BPBD Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polairud Polres Jember, TNI AL Pos Jember, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, MDMC, Relawan Kokam, serta masyarakat. (tgh)