Pastikan Insentif Tepat Sasaran, Pembukaan Rekening 249 Marbot dan Guru Ngaji di Jombang Diatur Lima Sesi
- 12 Oktober 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Pastikan Insentif Tepat Sasaran, Pembukaan Rekening 249 Marbot dan Guru Ngaji di Jombang Diatur Lima Sesi
JEMBER, 12 OKTOBER 2026 - Tata kelola penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Jember kian diperkuat lewat digitalisasi dan transparansi perbankan. Sebanyak 249 ketua pengajian dan marbot masjid dari berbagai desa di Kecamatan Jombang mengikuti proses pembuatan rekening tabungan Bank Jatim di Pendopo Kecamatan Jombang, Senin 12 Oktober 2026.
Pembuatan rekening secara massal ini merupakan bagian dari sistem penyaluran insentif daerah berbasis direct transfer. Pemanfaatan sistem perbankan ini memastikan tidak ada potongan dalam bentuk apa pun dan dana bantuan dapat diterima langsung oleh penerima haknya.
Mengingat tingginya jumlah peserta yang hadir, petugas kecamatan bersama tim Bank Jatim membagi alur pendaftaran menjadi 5 kloter penanganan. Penataan ini dilakukan untuk meminimalisasi waktu tunggu dan menjaga kelancaran verifikasi data kependudukan peserta.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Jombang, Nivia Hertiana, S.Ab., menegaskan pentingnya pembagian sesi tersebut demi menjaga ketertiban administrasi di lapangan.
"Kami mengatur alur pembuatan rekening ini menjadi 5 sesi karena total penerima se-Kecamatan Jombang mencapai 249 orang. Kedatangan tim Bank Jatim langsung ke pendopo kecamatan sangat memudahkan para guru ngaji dan marbot, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke kantor cabang dan proses pelayanan tetap tertib," ujarnya.
Melalui pendataan dan pembuatan rekening yang tertata rapi ini, penyaluran insentif bagi pegiat keagamaan di Kecamatan Jombang dipastikan berjalan akuntabel dan tepat sasaran.
Inisiatif ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan tata kelola keuangan publik yang modern, inklusif, serta berorientasi pada kemudahan warga. Kerja sama strategis bersama Bank Jatim terbukti menjadi solusi efektif untuk menjangkau para pegiat keagamaan hingga level akar rumput secara lebih efisien.
Skema pelayanan di tempat (on-site services) yang diterapkan di Pendopo Kecamatan Jombang juga mendapatkan apresiasi luas karena dinilai sangat merangkul para lansia dan tokoh masyarakat setempat. Proses verifikasi identitas, pencetakan buku tabungan, hingga aktivasi akun dapat diselesaikan dalam satu alur terintegrasi tanpa prosedur yang berbelit-belit.
Penerapan penyaluran non-tunai ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur standar baru dalam pengelolaan program jaminan sosial daerah. Selain menjamin akuntabilitas penyaluran anggaran publik, langkah ini sekaligus mendorong penguatan literasi keuangan bagi masyarakat di tingkat desa, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan. (tum)