logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

PEMBINAAN TERPADU KAMPUNG KB “DASHAT” DI KECAMATAN AJUNG: DAPUR SEHAT SEBAGAI SENJATA CEGAH STUNTING.

  • 15 Oktober 2025
  • Dibaca 377 Kali
Bagikan Via:
pembinaan-terpadu-kampung-kb-dashat-di-kecamatan-ajung-dapur-sehat-sebagai-senjata-cegah-stunting-20251015

PEMBINAAN TERPADU KAMPUNG KB “DASHAT” DI KECAMATAN AJUNG: DAPUR SEHAT SEBAGAI SENJATA CEGAH STUNTING.

Ajung, 15 Oktober 2025 — Pemerintah Kecamatan Ajung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Ajung, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Terpadu Kampung KB (Dapur Sehat Atasi Stunting) atau DASHAT, yang menghadirkan berbagai elemen penting mulai dari pemerintahan, tenaga kesehatan hingga kader pemberdayaan perempuan di tingkat desa.

Kegiatan ini dihadiri oleh:

1. TP PKK Kecamatan Ajung — Ibu Luvita Sifak

2. Sekretaris Camat Kecamatan Ajung — Ibu Anna Fitria, SE

3. Ahli Gizi dari Puskesmas Ajung — Ibu Wildani Nurmaulinda, S.Gz

4. TP PKK Desa se-Kecamatan Ajung beserta anggota.

5. Perwakilan DP3AKB Kecamatan Ajung — Ibu Siti Rohmatun, S.Th.I

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan keakraban. Para peserta yang sebagian besar adalah para ibu kader PKK duduk rapi sambil membawa buku catatan, tanda bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi wadah pembelajaran dan penguatan peran perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Dalam sambutannya, TP PKK Kecamatan Ajung, Ibu Luvita Sifak, menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga sangat menentukan keberhasilan program pencegahan stunting. Menurutnya, dapur adalah pusat pengambilan keputusan gizi dalam keluarga.

“DASHAT bukan hanya kegiatan memasak bersama. Ini adalah gerakan perubahan kebiasaan — dari sekadar kenyang menjadi benar-benar bergizi. Kita ingin ibu-ibu paham bahwa mencegah stunting tidak harus mahal. Yang penting tahu caranya,” ujarnya.

Beliau juga mendorong agar kader PKK menjadi motor edukasi gizi di wilayah masing-masing, bukan hanya membagikan bantuan, tetapi juga memberikan contoh praktik pengolahan makanan sehat yang bisa diterapkan sehari-hari.

Sementara itu, Sekcam Ajung, Ibu Anna Fitria, SE, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan tidak ingin program seperti ini hanya berhenti di atas kertas. Ia menegaskan akan ada tindak lanjut setelah kegiatan ini.

“Kami siap mendampingi sampai ke desa-desa. Kami ingin memastikan bahwa setelah pulang dari sini, ibu-ibu tidak hanya membawa catatan, tetapi membawa tekad untuk mengubah pola makan keluarga,” tegasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan anak, tetapi investasi masa depan menuju generasi unggul.

Materi inti disampaikan oleh Ahli Gizi Puskesmas Ajung, Ibu Wildani Nurmaulinda, S.Gz, yang membawakan paparan dengan gaya ringan dan mudah dipahami. Beliau memberikan banyak contoh menu murah namun bernutrisi tinggi.

“Kalau anak tidak suka sayur, jangan menyerah. Bisa dihaluskan lalu dicampur ke dalam bakwan, perkedel, atau telur dadar. Gizi itu bisa disembunyikan kalau anaknya suka pilih-pilih,” tuturnya sambil disambut tawa peserta.

Beliau juga mengingatkan bahwa telur, tempe, ikan dan sayur lokal sudah sangat cukup sebagai sumber protein dan vitamin, asalkan diberikan teratur.

Perwakilan DP3AKB Kecamatan Ajung, Ibu Siti Rohmatun, S.Th.I, menguatkan bahwa pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu.

“Ayah juga harus terlibat. Anak bukan hanya tanggung jawab ibu seorang diri. Keluarga yang sehat adalah keluarga yang saling dukung,” pesannya.

Testimoni Peserta: “Dulu Cuma Masak Seadanya, Sekarang Jadi Lebih Semangat”

Salah satu kader PKK peserta kegiatan menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti pembinaan ini.

“Biasanya saya masak seadanya, yang penting anak kenyang. Tapi setelah ikut kegiatan ini, saya jadi paham kalau gizi itu tidak harus mahal. Saya jadi lebih semangat mencoba menu baru untuk anak-anak,” ujarnya dengan senyum bangga.

Testimoni ini menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya menyampaikan teori, tetapi benar-benar menyentuh kesadaran ibu-ibu hingga ke dapur mereka.

Kegiatan DASHAT di Kecamatan Ajung ini menjadi bukti bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari hal sederhana — dari dapur, dari kebiasaan, dari ibu-ibu yang mau belajar.

Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, TP PKK, dan masyarakat, diharapkan Ajung menjadi wilayah yang melahirkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Galeri Foto