PEMBUATAN DAN APLIKASI APH (Agensia Pengendali Hayati) DI KELURAHAN KRANJINGAN
- 19 Juli 2024
- Dibaca 3635 Kali
Bagikan Via:
PEMBUATAN DAN APLIKASI APH (Agensia Pengendali Hayati) DI KELURAHAN KRANJINGAN
Giat Bidang Penyuluhan Balai Penyuluhan Pertanian Wilayah Sumbersari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember dalam rangka kegiatan Pembuatan dan Aplikasi Agensi Hayati. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu Tanggal 17 Juli 2024. Kendala petani dalam berbudidaya di sawah untuk mendapatkan hasil panen yang baik salah satunya adalah adanya serangan Organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT adalah hewan atau tumbuhan baik berukuran mikro ataupun makro yang mengganggu, menghambat, bahkan mematikan tanaman yang dibudidayakan. Berdasarkan jenis seranganya OPT dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu hama, penyakit, dan gulma. Adanya OPT dapat menyebabkan berkurangnya hasil panen petani bahkan sampai dengan gagal panen, yang tentunya sangat merugikan petani. Apabila ada serangan OPT ini maka upaya Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi keharusan.
Berdasarkan bahan atau racun yang dipakai dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT) bisa dilakukan dengan Pengendalian kimia atau lebih dikenal dengan Pengendalian dengan pestisida kimia dan jenis yang lainnya yaitu Pengendalian dengan pestisida alami atau bahan organik, yaitu dengan APH. Agensia Pengendali Hayati (APH) adalah organisme yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hama, dan penyakit tanaman. APH dapat berupa mikroorganisme yang dikembangkan secara alami dengan fermentasi, atau organisme lain seperti serangga, cendawan, cacing, bakteri, virus, dan binatang lainnya. APH sudah tersedia di alam, tetapi keberadaannya tidak seimbang. Karena dirasa lebih bermanfaat bagi kesehatan kita, maka pengendalian OPT dengan APH menjadi salah satu pilihan bagi petani.
Di Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari selama bulan Juni dan Juli tahun 2024 ini ada serangkaian kegiatan terkait pembuatan dan aplikasi APH di dua Kelompok Tani, di Kelompok Tani (Poktan) Serba Ada dan Poktan Harapan. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dan bantuan dari UNEJ, dengan pendampingan dari dosen dan dibantu mahasiswa, juga dalam pembinaan Petugas POPT Kecamatan Sumbersari dan Penyuluh Pertanian Kelurahan Kranjingan. APH yang dibuat adalah BB (Beauveria Bassiana) dan Bakteri Pf (Pseudomonas fluorescens ).
Beauveria bassiana merupakan salah satu cendawan yang ditemukan pada tanah yang menguntungkan bagi berbagai tanaman. Cendawan ini memiliki kemampuan untuk menginfeksi beragam ordo serangga yang menjadi hama tanaman tanpa menyebabkan penyakit tanaman atau merusak produk hasil tanaman. Sedangkan Pf adalah bakteri antagonis yang umum digunakan untuk pengendalian patogen penyebab penyakit tanaman. Dua bahan tersebut berupa BB dan Pf digunakan sebagai pengendali hayati / biokontrol yang merupakan suatu cara yang melibatkan organisme untuk mengurangi pertumbuhan patogen dan mengurangi dampak penyakit. Penggunaan agen biokontrol menjadi salah satu alternatif untuk mengendalikan patogen penyebab penyakit tanaman.
Hasil dari pembuatan APH di Kelurahan Kranjingan telah diaplikasikan pada pengendalian hama wereng batang coklat (WBC) pada tanaman padi. BB dan Pf ini juga bisa digunakan dalam Pengendalian OPT pada berbagai tanaman.Dalam kegiatan ini juga melibatkan ketua kelompok tani se Kelurahan Kranjingan dan anggotanya. Tujuannya adalah untuk mengenalkan APH dan kedepannya diharapkan petani Kranjingan bisa mengurangi pemakaian pestisida dan beralih pada pemakaian APH.