logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Pemcam Kencong Siap Fasilitasi KKN Kolaboratif, Dorong Mahasiswa Percepat Program Prioritas Bupati

  • 20 Juli 2026
  • Dibaca 134 Kali
Bagikan Via:
pemcam-kencong-siap-fasilitasi-kkn-kolaboratif-dorong-mahasiswa-percepat-program-prioritas-bupati-20260720

Pemcam Kencong Siap Fasilitasi KKN Kolaboratif, Dorong Mahasiswa Percepat Program Prioritas Bupati

JEMBER, 20 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kencong menyatakan kesiapan penuh mendukung pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif bertema "Desa Cinta" yang melibatkan 65 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi. Komitmen tersebut disampaikan saat penerimaan mahasiswa KKN di Aula Kecamatan Kencong, Senin 20 Juli 2026.

Mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama 40 hari dan ditempatkan di lima desa di wilayah Kecamatan Kencong. Kegiatan penerimaan dihadiri Camat Kencong Ronny Arvianto, unsur Muspika, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan Puskesmas, pemerintah desa, serta para peserta KKN.

Camat Kencong, Ronny Arvianto, mengatakan kehadiran mahasiswa KKN menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung percepatan pembangunan desa.

"Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN di Kecamatan Kencong. Pemerintah kecamatan siap memfasilitasi seluruh kegiatan selama pelaksanaan KKN agar program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ronny berharap mahasiswa dapat membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa serta mampu menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat di lokasi penugasan.

"Silakan berkolaborasi dengan kepala desa, perangkat desa, dan seluruh elemen masyarakat. Kami ingin program KKN ini selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Jember sesuai arahan Bupati, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan UIN KH Achmad Siddiq Jember, Ahmad Alfan Kurniawan, Lc., M.H., menjelaskan bahwa mahasiswa akan menjalankan program prioritas yang meliputi pemetaan, verifikasi, dan validasi data desil masyarakat, pengelolaan sampah melalui bank sampah, serta sosialisasi BPJS Kesehatan melalui program Piola.

Ia menambahkan, masa pengabdian disesuaikan menjadi 40 hari dari rencana awal 45 hari karena penyesuaian kalender akademik. Meski demikian, mahasiswa diharapkan tetap mampu merealisasikan sebagian besar program prioritas pemerintah daerah.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu di bangku kuliah, tetapi juga belajar membangun empati, menjaga etika, serta menjadi mitra pemerintah desa dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat," pungkasnya. (gfr)

Galeri Foto