logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan

“ PENGUATAN AMPSR UNTUK TIM AMPSR RS, PENAKIB DAN DINAS KESEHATAN JEMBER ”

  • 12 Juni 2025
  • Dibaca 1275 Kali
Bagikan Via:
penguatan-ampsr-untuk-tim-ampsr-rs-penakib-dan-dinas-kesehatan-jember

“ PENGUATAN AMPSR UNTUK TIM AMPSR RS, PENAKIB DAN DINAS KESEHATAN JEMBER ”

JEMBER,10-12 Juni 2025

Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih menjadi indikator program prioritas dalam bidang kesehatan, begitu juga dengan kabupaten Jember dengan AKI-AKB yang masih tinggi selalu optimis berupaya secara maksimal untuk menurunkan. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah melakukan audit dengan AMPSR ( Audit Maternal Perinatal Survailans Respron ) secara berkala oleh tim. AMPSR sendiri merupakan penggabungan dua proses yaitu survailans dan proses audit kematian. Dalam pelaksanaannya ada beberapa siklus yang akan dilakukan yaitu dari identifikasi, pelaporan, pengkajian dan respon. Siklus ini sudah ada di dalam aplikasi MPDN ( Maternal Perinatal Death Notification ) dari Kementrian Kesehatan.

Kegiatan penguatan AMPRS ini dilaksanakan selama dua hari di hotel Fortuna Grande Jember dengan mengundang narasumber dari Provinsi Jawa Timur yaitu DR.dr.Muhammad Ardian Cahya Laksana, Sp.OG.,Subsp.Obginsos.,M.Kes dan Tim IT Kemenkses untuk MPDN bapak Ario Munginsidi,S.Kom. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas kesehatan dr.Koeshar Yudyarto,M.M dan dihadiri juga oleh TP3D ( Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah) Dr.dr.Ulfa elfiah, M.Kes.,Sp.BP-RE.,Subsp.L.B.L.(K) yang memberikan arahan langsung tentang strategi penurunakan AKI-AKB di Kabupaten Jember. Kegiatan penguatan AMPSR ini selain dihadiri oleh Tim AMPSR RS dan Dinas Kesehatan juga dihadiri anggota PENAKIB (Penurunan Kematian Ibu dan Bayi) Kabupaten Jember serta beberapa Organisasi Profesi yaitu POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), (PERDATIN (Perhimpunan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia), PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), IBI (Ikatan Bidan Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) yang ada di Jember.

Kegiatan AMPSR sendiri di Dinas Kesehatan sudah dilakukan, tetapi perlu diberikan penguatan kepada semua tim agar pelaksanaan kegiatan AMPSR berjalan maksimal dan bisa menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan permasalahan yang ada di Jember sehingga upaya menurunkan AKI-AKB dapat berjalan maksimal. Materi yang diberikan dari tim IT kemenkes tentang notifikasi dan pelaporan kematian di aplikasi MPDN, selain materi juga praktek langsung di aplikasi oleh semua peserta sehingga jika ada kendala bisa ditanyakan langsung pada narasumber. Materi dari dr.Ardian fokus pada pelaksaan AMPSR di Dinas Kesehatan serta proses pengkajian kasus oleh tim pengkaji sampai tersusunnya rekomedasi. Selain memberikan materi juga ada sesi diskusi dan tanya jawab dari peserta, sangat banyak sekali pertanyaan yang disampaikan peserta tentang proses pengkajian kasus kematian ibu dan bayi. Dalam proses pengkajian diperlukan data yang lengkap mulai dari faskes pertama sampai faskes lanjutan yang menangani kasus tersebut. Hal ini menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan dalam proses upload data di aplikasi MPDN harus benar dan lengkap.

Dalam kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan tim AMPSR Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dalam melakukan Audit pada kasus kematian Ibu dan bayi. Jika proses audit sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang benar maka harapannya dapat ditemukan penyebab masalah yang sangat berpengaruh dan menghasilkan rekomendasi yang sesuai serta bisa dilaksanakan dengan baik. Tujuan akhirnya dari semua kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah menurunkan AKI-AKB di Kabupaten Jember.

JEMBER BARU…

JAMBER MAJU...

BERSAMA TURUNKAN AKI-AKB