logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Perkuat Kemandirian dan Daya Saing Koperasi, Kadiskopumdag Jember Jadi Pemateri Coaching Clinic Perencanaan Keuangan Koperasi

  • 03 November 2026
  • Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
perkuat-kemandirian-dan-daya-saing-koperasi-kadiskopumdag-jember-jadi-pemateri-coaching-clinic-perencanaan-keuangan-koperasi-20261103

Perkuat Kemandirian dan Daya Saing Koperasi, Kadiskopumdag Jember Jadi Pemateri Coaching Clinic Perencanaan Keuangan Koperasi

JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Memiliki beragam produk unggulan yang telah dikenal hingga pasar internasional, Kabupaten Jember dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan koperasi sektor riil. Untuk mendorong potensi tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur menggelar Coaching Clinic Perencanaan Keuangan Koperasi di R.M. Ikan Goreng Cianjur, Kabupaten Jember, Selasa 03 November 2026.

Kegiatan yang diikuti 50 koperasi aktif di Kabupaten Jember tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menggali peluang pengembangan usaha koperasi agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain menjadi sarana peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun koperasi yang profesional, mandiri, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia usaha.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember, Dra. Sartini, M.M., yang sekaligus dipercaya menjadi salah satu pemateri.

Dalam pemaparannya, Sartini menyampaikan materi mengenai Program Pemberdayaan Koperasi Sektor Riil di Kabupaten Jember. Ia menekankan bahwa pengembangan koperasi tidak cukup hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga harus mampu menciptakan kegiatan usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi para anggotanya.

Menurutnya, pemberdayaan koperasi sektor riil merupakan salah satu langkah penting dalam membangun perekonomian daerah yang kuat dan inklusif. Koperasi tidak boleh sekadar menjadi lembaga berbadan hukum yang menjalankan kegiatan administratif, tetapi harus mampu menghadirkan aktivitas ekonomi produktif dan memberikan nilai tambah bagi anggota maupun masyarakat.

Pengembangan koperasi sektor riil juga menjadi salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis. Persaingan usaha yang kian terbuka menuntut koperasi untuk terus beradaptasi, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki sistem pengelolaan, serta memanfaatkan peluang pasar secara lebih luas.

Oleh karena itu, koperasi perlu didorong agar tidak hanya berorientasi pada kegiatan simpan pinjam, tetapi juga mengembangkan unit-unit usaha produktif sesuai dengan potensi wilayah dan kebutuhan anggotanya. Dengan demikian, koperasi dapat berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat, mulai dari meningkatkan pendapatan anggota, menciptakan lapangan kerja, hingga memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Jember sendiri memiliki modal ekonomi yang besar untuk mendukung pengembangan koperasi sektor riil. Potensi di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, dan industri pengolahan menjadi peluang yang dapat dikembangkan melalui ekosistem usaha koperasi.

Sejumlah produk unggulan daerah, seperti kopi, edamame, okra, dan cerutu, bahkan telah dikenal di pasar internasional. Potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan melalui penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran.

Sartini menyampaikan bahwa Jember memiliki bekal yang kuat untuk membawa produk-produk unggulan daerah semakin dikenal di pasar global.

"Kabupaten Jember memiliki potensi ekonomi lokal yang luar biasa melalui berbagai produk unggulan daerah, seperti kopi, edamame, okra, dan cerutu yang telah dikenal hingga pasar internasional. Potensi ini perlu terus dikembangkan melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran agar mampu memberikan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah," ujarnya.

Melalui kegiatan Coaching Clinic Perencanaan Keuangan Koperasi ini, diharapkan koperasi di Kabupaten Jember semakin mampu meningkatkan profesionalisme pengelolaan organisasi dan keuangan, sekaligus mengembangkan unit usaha produktif berbasis potensi ekonomi lokal. Dengan begitu, koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi anggota, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (hna)

Galeri Foto