logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Pipanisasi Kembali Bermasalah, Krisis Air Bersih Warga Panduman Belum Tuntas

  • 28 Oktober 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
pipanisasi-kembali-bermasalah-krisis-air-bersih-warga-panduman-belum-tuntas-20261029

Pipanisasi Kembali Bermasalah, Krisis Air Bersih Warga Panduman Belum Tuntas

JEMBER, 28 OKTOBER 2026– Sebanyak 102 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumber Tengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, kembali mengalami kesulitan air bersih akibat gangguan jaringan pipanisasi. Menindaklanjuti aduan masyarakat melalui layanan Wadul Gus’e, BPBD Kabupaten Jember bersama relawan Nurul Hayat menyalurkan 5.000 liter air bersih sekaligus menyediakan empat unit tandon air, Rabu 28 Oktober 2026.

Penanganan tersebut dilakukan setelah warga di RT 002 RW 001, Dusun Sumber Tengah, dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih dua bulan. Persoalan ini berkaitan dengan tidak berfungsinya jaringan pipanisasi yang selama ini menjadi sumber pasokan air bagi masyarakat.

Aduan tersebut disampaikan oleh Ira Putri Oktavia melalui layanan Wadul Gus’e dengan nomor laporan WA.Q 2610261730668. Menindaklanjuti laporan itu, tim BPBD Kabupaten Jember turun langsung ke lokasi untuk menemui pelapor, melakukan asesmen, dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan melalui distribusi air bersih dan penyediaan tandon untuk membantu masyarakat selama jaringan perpipaan belum kembali berfungsi.

“BPBD Kabupaten Jember bersama relawan Nurul Hayat melakukan distribusi air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak. Kami juga menyediakan empat unit tandon air agar bantuan dapat ditampung dan dimanfaatkan masyarakat selama permasalahan jaringan pipanisasi belum terselesaikan,” ujar Firman.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Selain menyalurkan air bersih sebanyak 5.000 liter, petugas juga mendistribusikan empat unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Tim turut memberikan sosialisasi mengenai bencana kekeringan kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil penanganan sebelumnya, persoalan kekurangan air bersih di wilayah tersebut sebenarnya telah ditangani BPBD pada Agustus 2026. Hasil asesmen TRC pada 3 Agustus 2026 merekomendasikan distribusi air bersih dan peminjaman empat unit tandon untuk membantu warga selama proses perbaikan jaringan perpipaan.

Pada 23 Agustus 2026, distribusi air bersih telah memasuki penyaluran keenam dengan akumulasi bantuan mencapai 30.000 liter. Sehari kemudian, pada 24 Agustus 2026, empat tandon ditarik kembali setelah pemerintah desa menginformasikan bahwa perbaikan jaringan pipanisasi telah selesai.

Namun, persoalan kembali muncul pada Oktober 2026. Berdasarkan laporan BPBD, meteran listrik pada sumur bor yang menjadi sumber pasokan air dicabut oleh PLN karena adanya permasalahan terkait kelistrikan. Akibatnya, pompa sumur bor tidak dapat memasok air melalui jaringan perpipaan ke permukiman warga.

Pemerintah Desa Panduman telah mengajukan permohonan meteran listrik untuk sumur bor kepada PLN pada 4 Oktober 2026. Akan tetapi, hingga 28 Oktober 2026, permohonan tersebut belum terealisasi sehingga aliran air ke wilayah terdampak masih terhenti.

Situasi ini menunjukkan bahwa distribusi bantuan air bersih menjadi langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, penyelesaian persoalan kelistrikan dan pengelolaan jaringan pipanisasi diperlukan agar pasokan air dapat kembali mengalir secara normal.

Dalam penanganan terbaru, BPBD Kabupaten Jember dan relawan Nurul Hayat menyepakati distribusi air bersih setiap empat hari sekali. TRC BPBD akan melakukan pendampingan, sedangkan relawan Nurul Hayat turut membantu memastikan pasokan air tersedia bagi warga selama masa penanganan.

Hingga 28 Oktober 2026, distribusi air bersih di wilayah tersebut telah memasuki penyaluran ketujuh dengan total akumulasi mencapai 35.000 liter.

BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan agar koordinasi diteruskan kepada pihak kecamatan untuk mendorong penanganan dan pengelolaan jaringan pipanisasi di Desa Panduman. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang menyebabkan terhentinya pasokan air bersih bagi 102 KK.

Melalui tindak lanjut aduan Wadul Gus’e tersebut, kebutuhan mendesak masyarakat diupayakan tetap terpenuhi sembari menunggu penyelesaian masalah teknis. Namun, pemulihan jaringan pipanisasi tetap menjadi hal penting agar warga Dusun Sumber Tengah tidak terus bergantung pada distribusi air bersih menggunakan truk tangki. (bob)

Galeri Foto