logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Program Pertanian Tak Bisa Seragam, Dinas TPHP Jember Dorong Perencanaan Berbasis Kebutuhan

  • 04 September 2026
  • Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
program-pertanian-tak-bisa-seragam-dinas-tphp-jember-dorong-perencanaan-berbasis-kebutuhan-20260905

Program Pertanian Tak Bisa Seragam, Dinas TPHP Jember Dorong Perencanaan Berbasis Kebutuhan

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Program pertanian tidak cukup hanya disiapkan dari atas. Kondisi lahan, kebutuhan petani, hingga persoalan di lapangan perlu menjadi dasar agar bantuan dan intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Pendekatan tersebut menjadi perhatian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember saat melakukan koordinasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gumukmas, Kamis 03 September 2026.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember Sutiyoso, S.H., M.H., bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan Luhur Prayogo, S.P., M.P., membahas pemantapan sejumlah program Kementerian Pertanian. Di antaranya Optimasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PMAAS), serta mekanisasi pertanian.

Luhur mengatakan, penguatan program tersebut harus ditopang data dan identifikasi kebutuhan di setiap wilayah. Dengan begitu, pelaksanaan program dapat lebih terarah dan sesuai dengan kondisi pertanian di lapangan.

“Koordinasi pemantapan program Kementerian Pertanian (Oplah, Irpom, PMAAS, dan mekanisasi, Red.) berbasis data dan identifikasi kebutuhan, serta konsolidasi program Kabupaten dalam meningkatkan produksi pangan,” ujar Luhur.

Menurutnya, koordinasi hingga tingkat lapangan juga penting untuk memperkuat keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian. BPP menjadi ruang strategis untuk memetakan persoalan, mengidentifikasi kebutuhan, sekaligus merumuskan solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

“Tujuan meningkatkan peran serta pemerintah dan masyarakat dalam memberikan solusi pembangunan pertanian,” katanya.

Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program pemerintah pusat dengan kebutuhan Kabupaten Jember. Dengan koordinasi yang lebih kuat, berbagai intervensi di sektor pertanian diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Perencanaan berbasis data dan kebutuhan lapangan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program, mendorong produktivitas pertanian, serta mempercepat pencapaian swasembada pangan. Pada akhirnya, peningkatan produksi juga diharapkan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. (fan)

Galeri Foto