Program Peta Cinta Tanggul: Tanggapan Cepat Wadul Guse, Warga Sakit Tanpa E-KTP Direkam Langsung
- 28 Agustus 2026
- Dibaca 78 Kali
Bagikan Via:
Program Peta Cinta Tanggul: Tanggapan Cepat Wadul Guse, Warga Sakit Tanpa E-KTP Direkam Langsung
JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan pelayanan yang dekat, cepat, dan inklusif terus dibuktikan. Melalui program unggulan Peta Cinta, setiap laporan warga yang masuk melalui saluran aspirasi resmi Wadul Gus’e ditindaklanjuti secara serius, tepat waktu, dan tanpa berbelit-belit.
Kali ini, pelayanan khusus diberikan kepada seorang warga sakit yang belum memiliki e-KTP di Dusun Krajan, RT 02/RW 14, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul.
Kegiatan perekaman data kependudukan tersebut dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) pukul 11.00 WIB langsung di kediaman warga. Langkah ini mendapatkan izin serta arahan langsung dari Camat dan Sekretaris Kecamatan Tanggul sebagai wujud kepedulian bahwa pelayanan publik tidak boleh terhambat hanya karena warga tak mampu datang ke kantor kecamatan.
Kepala Seksi Pelayanan Umum (Kasi Pelum) Kecamatan Tanggul, Agus Rahmad, hadir memimpin pelaksanaan perekaman di lokasi.
"Kami hadir di sini menindaklanjuti laporan yang masuk melalui Wadul Gus’e. Ada warga kami yang sedang sakit dan belum memiliki e-KTP sehingga tidak bisa datang ke kantor kecamatan," ujar Agus, Jumat 28 Agustus 2026.
"Melalui program Peta Cinta, kami yang mendatangi warga, bukan menunggu warga datang. Ini prinsip dasar pelayanan kami: tidak boleh ada warga yang tertinggal atau terhambat urusan administrasinya hanya karena kondisi fisik atau keterbatasan kesehatan. Baik muda maupun tua, sehat maupun sakit, semuanya berhak mendapatkan pelayanan yang sama, adil, dan menyeluruh," imbuhnya.
Agus menambahkan, program Peta Cinta dirancang khusus untuk menjangkau kelompok rentan, mulai dari lanjut usia, warga sakit, penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Kecepatan penanganan laporan dari Wadul Gus’e membuktikan bahwa aspirasi warga didengar dan ditindaklanjuti tanpa penundaan.
"Respons cepat ini adalah bukti nyata bahwa Wadul Gus’e bukan sekadar saluran aduan, melainkan jembatan penghubung yang hidup antara pemerintah dan masyarakat. Setiap aduan adalah amanah, dan setiap pelayanan adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan tulus. Ke depan, kami akan terus bergerak menjangkau rumah-rumah warga untuk memastikan hak administrasi kependudukan terpenuhi," tegasnya.
Proses perekaman data berlangsung lancar dan kondusif. Warga beserta keluarganya menyambut hangat serta mengaku sangat terbantu oleh kepedulian para petugas. Setelah proses perekaman selesai, e-KTP akan segera diterbitkan dan diserahkan agar hak-hak kewarganegaraan yang bersangkutan terpenuhi secara utuh.
Melalui integrasi Wadul Gus’e dan Peta Cinta, Pemkab Jember membuktikan bahwa pelayanan publik terbaik adalah pelayanan yang aktif menyapa dan hadir langsung di tengah masyarakat. (psn)