PULUHAN RUMAH TERGENANG AKIBAT LUAPAN SUNGAI BEDADUNG
- 16 Desember 2025
- Dibaca 1378 Kali
Bagikan Via:
PULUHAN RUMAH TERGENANG AKIBAT LUAPAN SUNGAI BEDADUNG
Jember, 15 Desember 2025 - Camat Pakusari meninjau secara langsung lokasi terdampak banjir yang melanda Desa Patemon dan Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, pada Senin (15/12/2025). Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya volume air Sungai Bedadung setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Jember selama kurang lebih lima jam tanpa henti.
Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air Sungai Bedadung meningkat secara signifikan. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga serta area persawahan yang berada di sekitar aliran sungai. Sedikitnya puluhan rumah warga dilaporkan terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi, sementara lahan pertanian milik warga juga terendam, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas dan hasil panen masyarakat setempat.
Camat Pakusari bersama jajaran terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak banjir. Dalam kunjungannya, camat menyambangi rumah-rumah warga yang tergenang air sekaligus memastikan kondisi masyarakat dalam keadaan aman. Selain melakukan pemantauan, Camat Pakusari juga menyerahkan bantuan berupa makanan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan upaya tanggap darurat pemerintah kecamatan.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta menyalurkan bantuan awal agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Camat Pakusari di sela-sela kunjungannya.
Tidak hanya merendam rumah dan sawah warga, hujan deras yang terjadi juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Sebuah jembatan penghubung antara Desa Bedadung dan Desa Patemon dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan arus air yang cukup deras. Kerusakan jembatan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas dan mobilitas warga antar desa.
Pemerintah Kecamatan Pakusari terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, instansi terkait, serta pihak-pihak berwenang untuk melakukan penanganan lebih lanjut, baik terhadap dampak banjir maupun kerusakan infrastruktur. Camat Pakusari juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Bedadung agar tetap waspada, terutama apabila curah hujan tinggi kembali terjadi.
Upaya penanganan pascabanjir akan terus dilakukan, termasuk pendataan warga terdampak serta langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan risiko bencana serupa di kemudian hari.