logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Puskesmas Sumbersari Gandeng Kelurahan Karangrejo Percepat Deteksi Dini Penyakit Kusta

  • 15 Oktober 2026
  • Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
puskesmas-sumbersari-gandeng-kelurahan-karangrejo-percepat-deteksi-dini-penyakit-kusta-20261015

Puskesmas Sumbersari Gandeng Kelurahan Karangrejo Percepat Deteksi Dini Penyakit Kusta

JEMBER, 15 OKTOBER 2026 – Puskesmas Sumbersari memperkuat upaya penemuan kasus kusta melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) di Pendapa Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Rabu 14 Otober 2026. Kegiatan ini menitikberatkan pada deteksi dini, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan pemahaman masyarakat untuk mencegah keterlambatan penanganan kusta.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman, Kasi PMKS Kelurahan Karangrejo, Heri Yulianto, petugas Puskesmas Sumbersari, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Poskesdes Karangrejo, Puskesos, kader posyandu, serta ketua RT dan RW.

Penanggung jawab kusta Puskesmas Sumbersari, Sinta Kusdiana, menjelaskan bahwa kusta merupakan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan apabila ditangani dengan pengobatan yang tepat. Pengenalan gejala sejak dini dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mencegah kecacatan serta mengurangi risiko penularan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala awal kusta. Jika ditemukan tanda yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat ditangani sedini mungkin,” jelas Sinta.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita kusta. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa penderita membutuhkan dukungan untuk memperoleh pemeriksaan dan pengobatan, bukan perlakuan diskriminatif.

Sementara itu, Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman menyatakan bahwa keterlibatan pemerintah kelurahan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penemuan kasus kusta secara aktif di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari.

“Kolaborasi antara kelurahan, tenaga kesehatan, kader, serta pengurus RT dan RW sangat penting untuk memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, gejala yang mengarah pada kusta diharapkan dapat dikenali lebih awal dan segera ditindaklanjuti,” ungkap Nachnuzi.

Rangkaian kegiatan meliputi penggalangan komitmen bersama, koordinasi teknis pelaksanaan ACF di lapangan, serta pembekalan singkat (refreshing) mengenai tanda-tanda awal penyakit kusta.

Melalui kegiatan ini, sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat jangkauan deteksi dini, mendorong masyarakat mengakses layanan kesehatan, serta mendukung percepatan eliminasi kusta di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumbersari. (aji)

Galeri Foto