Putri Sadar Bahaya Asap Rokok bagi Anak, Usai Ikuti Edukasi Keluarga Berisiko Stunting di Kaliwates
- 29 Oktober 2026
- Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
Putri Sadar Bahaya Asap Rokok bagi Anak, Usai Ikuti Edukasi Keluarga Berisiko Stunting di Kaliwates
JEMBER, 29 OKTOBER 2026 – Anggapan bahwa asap rokok merupakan hal biasa di lingkungan keluarga mulai berubah bagi Putri, 32 tahun, setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya merokok bagi keluarga berisiko stunting di Pendopo Kecamatan Kaliwates, Kamis 29 Oktober 2026. Melalui kegiatan tersebut, Putri mendapatkan pemahaman baru tentang dampak paparan asap rokok terhadap kesehatan keluarga, terutama anak-anak.
Putri hadir bersama suami dan anaknya yang kini berusia empat tahun. Ia menjadi salah satu peserta dalam kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran keluarga mengenai bahaya asap rokok dan pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Selama ini, menurut Putri, asap rokok kerap dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Namun, setelah mengikuti penjelasan dari pemateri Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), yakni Ibu Desi dan Ibu Ayu, ia menyadari bahwa paparan asap rokok dapat membawa dampak negatif bagi orang-orang di sekitarnya, termasuk anggota keluarga yang tidak merokok.
Bagi Putri, edukasi tersebut menjadi pengalaman berharga karena memberinya kesempatan untuk memahami risiko yang sebelumnya belum sepenuhnya ia sadari. Ia menilai informasi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama bagi orang tua yang memiliki anak balita dan perlu lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat anak tumbuh.
“Saya merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Sebelumnya, saya menganggap asap rokok seperti hal biasa, tetapi setelah mendapatkan penjelasan, ternyata dampaknya bisa buruk bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak. Dari sini saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan rumah agar anak tidak terpapar asap rokok,” ungkap Putri.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada dirinya, tetapi juga dapat diterapkan bersama suami dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kesehatan anak merupakan tanggung jawab keluarga yang perlu dilakukan melalui kebiasaan dan lingkungan yang lebih sehat.
Putri juga mengaku puas dengan penjelasan yang diberikan Ibu Desi dan Ibu Ayu selama kegiatan berlangsung. Materi yang disampaikan membantunya memahami bahaya asap rokok sekaligus memberikan sudut pandang baru tentang pentingnya perlindungan kesehatan bagi anak sejak dini.
“Saya berharap saya dan suami bisa menerapkan apa yang kami pelajari hari ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman dan pengetahuan yang mungkin belum kami pahami sebelumnya. Semoga pemerintah terus mengadakan edukasi seperti ini agar semakin banyak keluarga yang sadar akan pentingnya kesehatan anak,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan anak, termasuk paparan asap rokok. Edukasi tersebut juga mendorong orang tua untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang balita.
Pengalaman Putri menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat membantu keluarga meninjau kembali kebiasaan yang selama ini dianggap lumrah. Dengan pemahaman yang lebih baik, ia berharap keluarganya dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anaknya. Ia juga berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dan membutuhkan pendampingan dalam menjaga kesehatan serta mencegah risiko stunting. (anr)