Rakor Homecare Perkuat Validasi Data
JEMBER, RABU 26 AGUSTUS 2026, – Inspektorat Kabupaten Jember bersama Kecamatan Bangsalsari, Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Bangsalsari, dan Program Keluarga Harapan (PKH) melaksanakan rapat koordinasi (rakor) Homecare pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Puskesmas Sukorejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Homecare melalui validasi dan verifikasi data sasaran agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Rakor diikuti oleh unsur Inspektorat Kabupaten Jember, Kecamatan Bangsalsari, Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Bangsalsari, serta pendamping PKH. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk membahas kesiapan pelaksanaan Homecare sekaligus mencermati berbagai kendala dalam proses pemutakhiran data masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan.
Dalam rakor, Puskesmas Sukorejo memaparkan sejumlah hal terkait proses verifikasi dan validasi (verval), data kasus per kecamatan, serta kondisi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran pelayanan. Beberapa sasaran yang dibahas antara lain ibu hamil risiko tinggi, stunting, penyandang disabilitas, dan lansia. Untuk ibu hamil risiko tinggi, data dibagi berdasarkan pos pelayanan untuk kemudian diundang ke posyandu dan dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah masing-masing setelah kegiatan posyandu.
Inspektorat Kabupaten Jember turut menekankan pentingnya ketersediaan data pembanding dari PKH dan Dinas Sosial untuk memastikan data sasaran Homecare akurat. Dari data yang dibahas terdapat 453 kasus, sementara 42 ODGJ belum masuk dalam data yang dipaparkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar proses verifikasi dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dengan membandingkan data dari berbagai sumber.
Pembahasan juga menyoroti dinamika data kependudukan di tingkat desa. Warga yang berpindah tempat, meninggal dunia, maupun mengalami perubahan kondisi belum seluruhnya tercatat secara mutakhir. Kecamatan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar melaporkan kematian dan mengurus akta kematian sehingga data administrasi dapat diperbarui.
Dalam pembahasan sasaran pelayanan, tercatat 132 ibu hamil risiko tinggi telah terverifikasi dan dikunjungi, termasuk pemeriksaan USG dan rujukan yang telah dilengkapi. Sementara itu, data lansia tunggal masih memerlukan verifikasi lebih lanjut karena terdapat warga yang telah meninggal maupun berpindah domisili. Verifikasi diperlukan untuk memastikan sasaran Homecare sesuai dengan kondisi dan lokasi terkini.
Plt. Inspektur Kabupaten Jember, Penny Artha Medya, S.E., Ak., menyampaikan bahwa ketepatan data menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan Homecare.
“Validasi data menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Homecare. Kita perlu memastikan masyarakat yang menjadi sasaran benar-benar terdata dan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya. Karena itu, kolaborasi antara kecamatan, puskesmas, PKH, dan perangkat terkait sangat diperlukan agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan,” ujar Penny.
Selain membahas data sasaran, rakor juga mencermati kebutuhan sumber daya manusia, peralatan, operator kecamatan, stiker sasaran, pemeriksaan dasar, hingga perlengkapan obat-obatan. Dokumentasi melalui rekam medis terhadap seluruh sasaran yang telah dikunjungi juga menjadi perhatian untuk memastikan setiap pelayanan tercatat dengan baik.
Pelaksanaan Homecare di Kecamatan Bangsalsari juga diarahkan agar dapat berlangsung pada jam kerja dan sekaligus mendukung pelayanan administrasi bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, terdapat pula warga dengan kondisi yang membutuhkan rujukan, namun keluarga memilih untuk tetap mendapatkan perawatan di rumah. Hal tersebut menjadi bagian dari tantangan yang perlu dikoordinasikan agar pelayanan tetap memperhatikan kebutuhan dan keselamatan masyarakat.
Melalui rakor di Puskesmas Sukorejo ini, Inspektorat Kabupaten Jember mendorong penguatan koordinasi antara seluruh pihak yang terlibat. Dengan data yang semakin akurat, verifikasi yang berkelanjutan, serta dukungan lintas sektor, pelaksanaan Homecare diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif, terarah, dan tepat sasaran bagi masyarakat Kecamatan Bangsalsari. (ily)