Rakor Wasdin Jember Bahas KKN Mahasiswa STDI, Bakesbangpol Perkuat Deteksi Dini Cegah Gejolak Sosial
- 13 Mei 2026
- Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
Rakor Wasdin Jember Bahas KKN Mahasiswa STDI, Bakesbangpol Perkuat Deteksi Dini Cegah Gejolak Sosial
JEMBER, 13 MEI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember kembali memperkuat langkah deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi kerawanan sosial di wilayah Kabupaten Jember.
Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tim Kewaspadaan Dini Daerah (Wasdin) Kabupaten Jember Tahun 2026 yang digelar di Aula Nusantara Kantor Bakesbangpol Kabupaten Jember, Rabu 13 Mei 2026.
Rapat koordinasi Wasdin ke-2 tahun 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember, Lingga Diputra, S.Sos., dengan moderator Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H.
Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur Forum Intelijen dan instansi strategis di Kabupaten Jember, di antaranya Kasdim 0824 Jember, Kasat Intelkam Polres Jember, Pasi Intel Kodim 0824 Jember, Kasikanit Intel Brigif 9 Kostrad Jember, Pasi Intel Yonif 509 Jember, Pasi Intel Yon Armed 8 Jember, serta Danposal Puger.
Hadir juga Kasi Intel Kejari Jember, Kasi Intel Imigrasi Jember, BPOM Jember, unsur Kantor Kementerian Agama Jember, Dinas Tenaga Kerja, Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, unsur Binda Jatim Pos Jember, Intel Kodam Pos Jember, Intel Korem Pos Jember, serta jajaran intelkam dan intel teritorial lainnya.
Dalam rapat tersebut, Tim Wasdin membahas secara khusus mengenai upaya deteksi dini dan pencegahan dini terkait rencana penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STDI Imam Syafi’i yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang di delapan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember.
Pembahasan tersebut menjadi perhatian serius karena sebelumnya sempat muncul penolakan terhadap kegiatan KKN mahasiswa STDI di beberapa wilayah Kabupaten Jember. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi secara komprehensif agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas di tingkat desa maupun masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, Lingga Diputra, S.Sos., menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah dan mengantisipasi potensi konflik sosial sedini mungkin.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak ingin adanya gejolak di tengah masyarakat akibat kurang optimalnya komunikasi dan deteksi dini terhadap potensi persoalan yang berkembang di lapangan.
“Beberapa waktu yang lalu ada penolakan terkait KKN mahasiswa STDI di beberapa wilayah di Kabupaten Jember. Untuk itu, kita harus bisa melakukan deteksi dini agar tidak sampai terjadi gejolak di tingkat desa,” ujar Lingga Diputra dalam arahannya.
Menurutnya, keberadaan Tim Kewaspadaan Dini Daerah memiliki peran strategis sebagai garda awal dalam memetakan potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap stabilitas nasional di daerah. Oleh sebab itu, koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi menjadi hal yang sangat penting.
Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember, M. Syamsu Rijal, S.H., M.H., berharap seluruh unsur yang hadir dapat memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif guna menentukan langkah antisipatif terhadap rencana pelaksanaan KKN mahasiswa STDI tersebut.
Ia menilai, pendekatan persuasif, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta pemetaan kondisi sosial di desa-desa lokasi KKN perlu dilakukan sejak awal guna mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap adanya masukan dari seluruh peserta rapat terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi persoalan KKN mahasiswa STDI,” ungkap Syamsu Rijal.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan kembali tugas dan fungsi Tim Kewaspadaan Dini Daerah, yakni merencanakan, mencari, mengumpulkan, mengoordinasikan, serta mengkomunikasikan informasi dari berbagai sumber mengenai potensi ancaman dan gangguan stabilitas nasional di daerah.
Melalui rapat koordinasi ini, Bakesbangpol Kabupaten Jember berharap seluruh unsur terkait dapat bersinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang pelaksanaan program KKN mahasiswa STDI Imam Syafi’i di sejumlah desa di Kabupaten Jember. (but)