logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Bangsalsari

Rembuk Stunting Desa Banjarsari Jadi Bagian Penyusunan RKPDes 2027

  • 19 September 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
rembuk-stunting-desa-banjarsari-jadi-bagian-penyusunan-rkpdes-2027-20260919

Rembuk Stunting Desa Banjarsari Jadi Bagian Penyusunan RKPDes 2027

JEMBER, 19 SEPTEMBER 2026 – PPID Kecamatan Bangsalsari. Pemerintah Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menggelar Rembuk Stunting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027, Jumat 18 September 2026.

Kegiatan berlangsung di Balai Desa Banjarsari. Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas upaya pencegahan dan penanganan stunting sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan desa tahun 2027.

Rembuk stunting dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Bangsalsari, Kepala Desa Banjarsari, Sekretaris Desa, Pendamping Desa, perangkat desa, Babinsa, Banpol PP Desa Banjarsari, kader Posyandu, petugas Polindes, serta Bidan Desa Banjarsari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Banjarsari Naning Roniani SE, sambutan Kasi PMKS Kecamatan Bangsalsari, sambutan Bidan Desa Banjarsari, kemudian diskusi rembuk stunting dan penutup.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pencegahan stunting, khususnya yang menyangkut kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peran keluarga dan masyarakat.

Kasi PMKS Kecamatan Bangsalsari Novi Arifiani, S.T., M.T., menyampaikan bahwa rembuk stunting penting untuk memastikan persoalan yang ditemukan di masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program desa.

“Rembuk stunting bukan hanya membahas persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa. Data dan kondisi yang ditemukan di lapangan perlu menjadi dasar agar program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Novi.

Ia menambahkan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja.

“Peran pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat sangat penting. Edukasi mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan dan pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah desa, Kecamatan Bangsalsari, tenaga kesehatan, kader masyarakat dan unsur kewilayahan.

Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam penyusunan RKPDes Banjarsari Tahun 2027, sehingga program pembangunan desa dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan perencanaan yang berbasis data dan kondisi nyata di lapangan, Pemerintah Desa Banjarsari diharapkan dapat memperkuat program pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (yun)

Galeri Foto