Rembuk Stunting di Sumberkejayan, Camat Mayang Dorong Pencegahan Masuk Prioritas Pembangunan Desa 2027
- 24 September 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Rembuk Stunting di Sumberkejayan, Camat Mayang Dorong Pencegahan Masuk Prioritas Pembangunan Desa 2027
JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Mayang bersama Pemerintah Desa Sumberkejayan menggelar Rembuk Stunting sekaligus mengintegrasikan program pencegahan dan penurunan stunting ke dalam perencanaan pembangunan desa tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Kamis 24 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Mayang Najmul Huda, didampingi Kepala Desa Sumberkejayan Yasin. Turut hadir Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS), Kepala Seksi Pemerintahan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, bidan desa, kader posyandu, pendamping desa, serta perwakilan warga dan tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Camat Mayang Najmul Huda menegaskan bahwa Rembuk Stunting bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan forum strategis untuk merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi Desa Sumberkejayan.
"Rembuk Stunting ini bukan sekadar rapat biasa. Kita sedang membicarakan masa depan generasi Desa Sumberkejayan. Anak-anak merupakan aset paling berharga sehingga pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga setiap keluarga," ujar Najmul Huda.
Ia menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi tinggi badan anak, tetapi juga gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan kognitif, kesehatan fisik, serta kualitas hidup anak pada masa mendatang.
Oleh karena itu, menurutnya, upaya pencegahan dan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara terpadu, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Najmul Huda juga menekankan pentingnya mengintegrasikan program penurunan stunting ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa tahun 2027. Dengan demikian, program yang disusun memiliki arah yang jelas serta didukung alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Program penurunan stunting harus menjadi prioritas utama dalam dokumen perencanaan desa. Anggaran yang dialokasikan harus tepat sasaran, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, bayi, dan balita, pemantauan rutin di posyandu, penyuluhan pola makan sehat, hingga perbaikan akses air bersih dan sanitasi," tegasnya.
Selain mendorong penguatan program di tingkat pemerintahan desa, Najmul Huda mengajak kepala dusun, ketua RT dan RW, kader posyandu, serta tokoh masyarakat untuk meningkatkan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Ia mengingatkan bahwa upaya tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga, antara lain melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, pemenuhan gizi seimbang bagi balita, serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia.
"Pencegahan stunting dimulai dari rumah. Pastikan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya, bayi mendapatkan ASI eksklusif, dan balita memperoleh gizi seimbang. Jangan malu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan jangan ragu datang ke posyandu," pesannya.
Kepada jajaran Pemerintah Desa Sumberkejayan, Najmul Huda meminta agar setiap program yang dirumuskan dapat dilaksanakan secara realistis, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaan program penurunan stunting berjalan optimal.
"Persoalan stunting tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, dengan persatuan, komitmen, dan pelaksanaan program secara konsisten, insyaallah angka stunting di Desa Sumberkejayan dapat terus ditekan sehingga anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan kuat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberkejayan Yasin menyampaikan terima kasih atas arahan dan pendampingan yang diberikan Camat Mayang. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh kesepakatan yang dihasilkan dalam Rembuk Stunting melalui program pembangunan desa.
Kegiatan berlangsung tertib dan partisipatif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta mengusulkan berbagai program prioritas yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Mayang dan Pemerintah Desa Sumberkejayan berharap upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (ryo)