logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Rencana Dana Talangan Rp786 Miliar, Bupati: Dorong Pembangunan dan Perputaran Ekonomi Masyarakat

  • 11 Agustus 2026
  • Dibaca 215 Kali
Bagikan Via:
rencana-dana-talangan-rp786-miliar-bupati-dorong-pembangunan-dan-perputaran-ekonomi-masyarakat-20260811

Rencana Dana Talangan Rp786 Miliar, Bupati: Dorong Pembangunan dan Perputaran Ekonomi Masyarakat

JEMBER, 11 AGUSTUS 2026 – Rencana pembiayaan daerah sekitar Rp786,57 miliar yang tengah menjadi perhatian publik mendapat penjelasan langsung dari Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam kegiatan Ngopi Bareng Gus'e bersama PPID, mediagram dan influencer di Rembangan, Senin 10 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Bupati menjelaskan bahwa rencana pembiayaan itu bukan karena Kabupaten Jember sedang kekurangan dana. Justru, skema tersebut diarahkan sebagai instrumen untuk mempercepat pembangunan sekaligus mendorong perputaran uang di daerah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Penjelasan tersebut penting disampaikan agar masyarakat memahami tujuan rencana pembiayaan secara utuh dan tidak melihatnya semata-mata sebagai upaya menutup kekurangan keuangan daerah.

Kondisi pendapatan daerah juga menunjukkan adanya peningkatan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember pada 2025 tercatat mencapai Rp1,024 triliun, meningkat dari sekitar Rp774 miliar pada periode sebelumnya. Capaian tersebut disebut sebagai rekor baru PAD Jember tanpa menaikkan pajak.

Rencana pembiayaan sekitar Rp786,57 miliar tersebut diarahkan untuk sejumlah kebutuhan pembangunan, antara lain infrastruktur jalan, penerangan jalan umum, serta pengembangan fasilitas kesehatan di RSD dr. Soebandi dan RSD Balung.

Menurut penjelasan Bupati, pembangunan tersebut diharapkan tidak berhenti pada hasil fisik proyek. Ketika pembangunan berjalan, uang juga berpotensi berputar melalui tenaga kerja, pembelian material, jasa angkutan, penyedia makanan, pelaku UMKM, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

“Yang perlu dipahami masyarakat, ini bukan karena Jember tidak punya uang. Kita ingin pembangunan bisa dipercepat. Ketika pembangunan bergerak, yang kita harapkan bukan hanya infrastrukturnya yang jadi, tetapi ada perputaran ekonomi. Ada pekerja yang mendapatkan penghasilan, ada usaha yang mendapatkan pekerjaan, ada material yang dibeli, dan akhirnya uang itu kembali berputar di masyarakat Jember,” ujar Gus Bupati.

Efek berganda tersebut juga diharapkan muncul dari pembangunan fasilitas kesehatan. Bertambahnya kapasitas rumah sakit berpotensi meningkatkan kebutuhan tenaga kesehatan, tenaga pendukung, pemasok, jasa transportasi, kuliner dan usaha lainnya di sekitar fasilitas pelayanan.

Sementara pembangunan jalan dan penerangan jalan umum diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan barang, meningkatkan akses antarkawasan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, rencana pembiayaan tersebut dipandang sebagai upaya mempercepat belanja pembangunan yang manfaatnya diharapkan dapat menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap harus melalui mekanisme persetujuan dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Gus Bupati juga menekankan bahwa seluruh kebijakan pembangunan pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Perputaran ekonomi yang diharapkan muncul dari pembangunan bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi bagaimana masyarakat memperoleh manfaat melalui infrastruktur yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang semakin kuat, kesempatan kerja dan bergeraknya usaha lokal.

“Tujuan akhirnya adalah masyarakat Jember. Kita ingin setiap langkah pembangunan memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, bukan hanya selesai sebagai proyek pemerintah. Karena itu, pembangunan harus kita lihat dari dampak setelahnya, bagaimana membuka kesempatan, menggerakkan usaha dan membuat ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya.

Melalui Ngopi Bareng Gus'e, Bupati menyampaikan penjelasan tersebut agar informasi mengenai rencana pembiayaan dapat dipahami masyarakat secara lebih proporsional. Di tengah ramainya pembahasan mengenai angka Rp786,57 miliar, pemerintah menekankan bahwa yang perlu dilihat adalah tujuan, peruntukan, mekanisme, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat Jember.

Pada akhirnya, rencana tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pembangunan dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, dengan seluruh manfaatnya diarahkan untuk masyarakat Kabupaten Jember. (wd)

Galeri Foto