Satgas MBG Datangi Puskesmas Sukorejo, Pastikan Korban Mendapat Penanganan Terbaik
- 17 Juli 2026
- Dibaca 86 Kali
Bagikan Via:
Satgas MBG Datangi Puskesmas Sukorejo, Pastikan Korban Mendapat Penanganan Terbaik
JEMBER, 16 JULI 2026 - Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Begelenan, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, serta merekomendasikan penghentian sementara operasional SPPG kepada KPPG Wilayah Timur, Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemerintah Kabupaten Jember melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Sukorejo, Kamis 16 Juli 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG memperoleh penanganan medis yang optimal.
Mewakili Ketua Satgas MBG Pemkab Jember, Helmi Lukman, S.Sos., mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan hingga benar-benar pulih tanpa terbebani biaya pengobatan.
"Kami ingin melihat langsung kondisi pasien yang diduga menjadi korban keracunan MBG. Kami juga sudah meminta kepada Kepala Puskesmas agar seluruh korban mendapatkan perawatan sampai sembuh. Seluruh biaya ditanggung melalui program UHC Prioritas yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Jember," ujarnya.
Helmi menjelaskan, Puskesmas Sukorejo merupakan fasilitas kesehatan terdekat dari Desa Karangsono sekaligus menjadi lokasi perawatan dengan jumlah pasien terbanyak. Dari total 27 korban yang tercatat, sebanyak 12 orang menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo.
"Awalnya ada 11 pasien, kemudian bertambah satu orang lagi, sehingga total menjadi 12 pasien yang dirawat di sini," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan Satgas, kondisi para pasien menunjukkan perkembangan yang positif. Keluhan utama berupa diare dan muntah mulai berkurang, sementara kondisi umum pasien semakin stabil.
"Kami juga sempat berbincang dengan keluarga pasien. Alhamdulillah kondisi mereka mulai membaik. Kami kembali menegaskan kepada pihak puskesmas agar seluruh korban tetap mendapatkan perawatan hingga benar-benar sembuh," tambah Helmi.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah keluarga pasien, dugaan sementara penyebab keluhan kesehatan mengarah pada menu telur puyuh yang disajikan dalam paket MBG. Namun demikian, dugaan tersebut masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium dari pihak berwenang.
Maryam, salah seorang keluarga pasien yang menjaga cucunya berusia 14 bulan di Puskesmas Sukorejo, mengaku cucunya mengalami diare setelah mengonsumsi telur puyuh dari paket MBG yang diperoleh melalui Posyandu.
"Sepertinya setelah makan telur puyuh, cucu saya mengalami diare. Sementara makanan lain tidak ada masalah. Tapi kami tetap menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan akan terus mengawal proses penanganan medis para korban sekaligus mendukung penyelidikan penyebab kejadian tersebut. Langkah penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian guna menjamin keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat hingga hasil investigasi selesai. (al)