Satu Tahun Melawan TB Tulang, Warga Pancakarya Ajung Didampingi Nakes Lewat Layanan Home Care
- 22 Juli 2026
- Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
Satu Tahun Melawan TB Tulang, Warga Pancakarya Ajung Didampingi Nakes Lewat Layanan Home Care
JEMBER, 22 JULI 2026 - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ajung terus memperkuat layanan jemput bola melalui program home care. Langkah ini dilakukan demi menjamin pemerataan akses kesehatan hingga ke pelosok pemukiman.
Salah satu fokus pemantauan intensif menyasar kediaman Alim, warga Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. Alim diketahui tengah berjuang melawan penyakit Tuberkulosis (TB) Tulang selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Dua tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Ajung, Siti Nurhasana dan Faiqohtul Rohma, diterjunkan langsung ke lokasi. Kunjungan rutin ini bertujuan melakukan pemeriksaan fisik berkala, mengevaluasi kepatuhan konsumsi obat, sekaligus memberikan dukungan psikologis.
Petugas home care Puskesmas Ajung, Siti Nurhasana, menjelaskan bahwa penanganan TB tulang membutuhkan kesabaran ekstra dan kepatuhan pengobatan tanpa terputus.
"Pasien TB tulang seperti Pak Alim membutuhkan perhatian holistik. Selain memantau fisik dan memastikan obat dikonsumsi teratur, kehadiran kami untuk memberikan semangat. Pengobatan TB butuh kedisiplinan tinggi, kami ingin keluarga merasa tidak berjuang sendirian," ujar Siti, dikutip Selasa, 21 Juli 2026.
Senada dengan Siti, Faiqohtul Rohma menekankan pentingnya peran aktif keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO), serta menjaga kondisi mental pasien di rumah.
"Kondisi fisik pasien yang terbatas geraknya kerap berdampak pada motivasi dan kondisi psikologis. Lewat home care, kami berikan edukasi agar keluarga telaten merawat dan menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan," kata Faiqohtul.
Melalui program home care di wilayah Kecamatan Ajung ini, Puskesmas Ajung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang responsif, humanis, dan inklusif.
Pihak Puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor ke kader kesehatan atau petugas desa jika ada warga berpenyakit kronis dan memiliki keterbatasan mobilitas. Sinergi antara tenaga medis, kader, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan angka kesembuhan di wilayah kerja Puskesmas Ajung. (ar)