Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Memutus Rantai Kemiskinan dan Kebodohan di Kecamatan Sumberjambe
- 13 Juli 2026
- Dibaca 75 Kali
Bagikan Via:
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Memutus Rantai Kemiskinan dan Kebodohan di Kecamatan Sumberjambe
JEMBER, 13 JULI 2026 – Sebanyak 17 siswa asal Kecamatan Sumberjambe resmi diberangkatkan untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus registrasi sebagai siswa baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Senin (13/7/2026). Keberangkatan yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sumberjambe bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut menjadi wujud nyata dukungan pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sebagai langkah memutus rantai kemiskinan dan kebodohan.
Pemberangkatan yang dilaksanakan pukul 11.30 WIB dipimpin langsung oleh Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., didampingi para Pendamping PKH Kecamatan Sumberjambe. Para siswa diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember yang berlokasi di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, untuk mengikuti pembukaan MPLS serta mulai menempati asrama sesuai ketentuan penyelenggaraan sekolah.
Semula Kecamatan Sumberjambe mengusulkan sebanyak 21 calon siswa. Namun setelah melalui proses verifikasi dan konfirmasi akhir, sebanyak 17 siswa dinyatakan memenuhi persyaratan dan siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Mereka akan memperoleh layanan pendidikan, tempat tinggal di asrama, pembinaan karakter, serta pemenuhan kebutuhan dasar selama mengikuti proses belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si. menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak, sehingga mereka memiliki peluang lebih besar meraih masa depan yang lebih baik.
Program Sekolah Rakyat yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain memperoleh pendidikan formal, para siswa juga mendapatkan pembinaan karakter, penguatan keterampilan hidup, serta lingkungan belajar yang kondusif melalui sistem pendidikan berasrama. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang pembentukan generasi yang mandiri, disiplin, dan berdaya saing.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pendamping PKH, serta keluarga diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
Keberangkatan 17 siswa asal Kecamatan Sumberjambe menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember diharapkan menjadi awal lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengangkat derajat keluarganya di masa depan. Pendidikan yang berkualitas diyakini menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera sekaligus mendukung terwujudnya Jember Baru, Jember Maju. (wd)