Serap Aspirasi Warga, Kelurahan Baratan Padukan Penguatan Program Bupati Fawait dan Pengajian PKK
- 01 Agustus 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Serap Aspirasi Warga, Kelurahan Baratan Padukan Penguatan Program Bupati Fawait dan Pengajian PKK
JEMBER, 01 AGUSTUS 2026 - Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan menyelimuti Pendopo Kelurahan Baratan pada Jumat pagi, 31 Juli 2026. Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan strategis.
Agenda ini memadukan penguatan program kerakyatan Bupati Jember Gus Fawait, gelora semangat nasionalisme melalui pembagian bendera Merah Putih, serta pengajian rutin Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Baratan.
Kegiatan yang dihadiri oleh aparatur kelurahan serta pengurus dan anggota TP PKK Baratan ini menjadi momentum penting untuk mendekatkan berbagai program prioritas pemerintah daerah langsung kepada masyarakat bawah. Langkah ini sekaligus melanjutkan aspirasi yang sebelumnya telah diserap secara intensif melalui forum Bunga Desa Mini di Kelurahan Baratan.
Dalam sesi utama pemaparan program, jajaran Kelurahan Baratan mengupas kembali poin-poin krusial dari program kerja Bupati Jember Gus Fawait yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah menghadirkan jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) gratis bagi warga ber-KTP Jember untuk alokasi perawatan kelas tiga. Selain itu, terdapat program Gus Peduli Kesehatan yang menyediakan bantuan khusus bagi pasien penderita penyakit berat, seperti bibir sumbing dengan prioritas warga Baratan, katarak, hidrosefalus, penyediaan alat bantu fisik berupa kaki dan tangan palsu, hingga pelaksanaan khitanan massal.
Untuk mempermudah pelayanan publik, masyarakat dikenalkan dengan program Peta Cinta yang memberikan kemudahan pengurusan administrasi kependudukan sehingga warga dapat langsung mencetak e-KTP di tingkat kecamatan. Sementara itu, guna mendongkrak perekonomian UMKM lokal, program Mlijo Cinta hadir menyalurkan bantuan produktif berupa gerobak usaha dan termos tempat ikan bagi para pedagang.
Sektor pendidikan dan sosial juga mendapatkan porsi perhatian yang besar. Melalui Beasiswa Cinta Bergema, pemerintah menyediakan program beasiswa afirmasi dan prestasi bagi mahasiswa ber-IPK minimal 3,5, serta bantuan khusus bagi anak guru ngaji atau ketua pengajian.
Anak-anak dari keluarga prasejahtera turut diakomodasi melalui Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan gratis tingkat sekolah dasar. Tak kalah penting, saluran pengaduan langsung Wadul Gus'e disiagakan untuk menampung aspirasi warga, disertai pemberian insentif finansial sebesar Rp1 juta bagi pengurus pengajian muslimat dan guru ngaji.
"Apa yang sudah kita bedah hari ini dari program Gus Bupati melalui Bunga Desa Mini bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat. Program seperti UHC, Beasiswa Cinta Bergema, hingga layanan kesehatan khusus adalah hak masyarakat kita yang harus dikawal bersama agar tersalurkan secara tepat sasaran dan berkeadilan," ujar Denny Wijiyati, S.A.P., Plt. Lurah Baratan.
Tidak hanya berfokus pada sosialisasi kebijakan sosial, kegiatan ini juga diwarnai aksi nyata menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026. Plt. Lurah Baratan menyerahkan bendera secara simbolis kepada pengurus TP PKK dan perwakilan warga.
Aksi ini bertujuan menggugah rasa cinta tanah air, memperkuat semangat patriotisme, dan mengajak seluruh warga Kelurahan Baratan mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak sepanjang bulan kemerdekaan.
"Melalui Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih ini, kami ingin menyalakan kembali api nasionalisme di hati setiap warga Baratan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus diisi dengan kerja nyata, kekompakan, dan semangat gotong royong dalam mendukung seluruh program pembangunan," tambah Denny Wijiyati.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengajian rutin TP PKK Kelurahan Baratan. Acara keagamaan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pencerahan spiritual bagi kaum ibu dalam menjalankan peran ganda sebagai pendidik keluarga dan motor penggerak sosial.
Ketua TP PKK Kelurahan Baratan, Nur Laili Sa'adah, S.E., M.Pd., menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik-material dan mental-spiritual.
"Pengajian rutin PKK ini adalah wadah silaturahmi yang sarat makna. Kami di TP PKK Baratan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kelurahan dalam menyukseskan program-program Gus Bupati, khususnya di bidang pendidikan agama, kesehatan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi. Ibu-ibu PKK adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah dan berdaya saing," tuturnya.
Melalui perpaduan sosialisasi kebijakan strategis daerah, penanaman jiwa nasionalisme, dan pembinaan mental lewat majelis taklim, Kelurahan Baratan membuktikan bahwa kolaborasi antara aparatur pemerintah dan lembaga kemasyarakatan mampu menjadi motor penggerak utama mewujudkan masyarakat Jember yang lebih maju, religius, dan sejahtera. (fzr)