logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Sidak Pasar Tanjung, Bupati Jember Tampung Aspirasi Pedagang dan Siapkan Penataan Usai Idulfitri

  • 17 September 2026
  • Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
sidak-pasar-tanjung-bupati-jember-tampung-aspirasi-pedagang-dan-siapkan-penataan-usai-idulfitri-20260917

Sidak Pasar Tanjung, Bupati Jember Tampung Aspirasi Pedagang dan Siapkan Penataan Usai Idulfitri

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 - Persoalan tata kelola Pasar Tanjung kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jember. Menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai keberadaan pedagang di pinggir jalan, terganggunya arus lalu lintas, kebersihan lingkungan, serta akses pertokoan di sekitar pasar, Bupati Jember turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu 16 September 2026.

Sidak yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.35 WIB tersebut tidak hanya diisi dengan peninjauan kondisi pasar. Bupati Jember juga berdialog langsung dengan pedagang untuk menggali persoalan sekaligus menyerap aspirasi sebelum pemerintah mengambil langkah penataan dan revitalisasi Pasar Tanjung.

Setibanya di Pasar Tanjung sekitar pukul 13.30 WIB, Bupati Jember meninjau sejumlah titik aktivitas perdagangan dan berdialog dengan pedagang. Dari peninjauan tersebut, persoalan aktivitas perdagangan di luar area pasar menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

Sekitar pukul 14.32 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi bersama perwakilan pedagang. Audiensi turut dihadiri Pj. Sekda Jember Achmad Imam Fauzi, S.P., M.Si.; Kepala Dinas Sosial Lingga Diputra, S.Sos.; Kepala Diskominfo Akhmad Helmi Luqman, S.Sos.; Plt. Kepala PUPR Danang Andriasmara, S.T., M.Si.; Wakil Direktur PDP Kahyangan Dima Akhyar, S.E.; serta Direktur Teknik Perumdam Tirta Pandhalungan Dr. Rendra Wirawan, S.E., M.M.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Jember menegaskan bahwa kedatangannya bersama jajaran perangkat daerah bertujuan mendengarkan langsung aspirasi pedagang. Ia menyebut, selama menjabat sebagai Bupati Jember, dirinya telah beberapa kali berkunjung ke Pasar Tanjung untuk melihat kondisi sekaligus mendengar persoalan yang berkembang.

Perhatian pemerintah terhadap pedagang, menurut Bupati, juga diwujudkan melalui sejumlah program, termasuk dukungan beasiswa bagi anak pedagang serta kepesertaan BPJS Kesehatan.

Selain penataan, Pemkab Jember juga telah menyiapkan rencana pembenahan atau revitalisasi Pasar Tanjung. Bupati menyampaikan bahwa anggaran untuk revitalisasi tersebut telah mendapatkan persetujuan. Namun, pemerintah memilih terlebih dahulu mendengarkan aspirasi pedagang agar proses pembenahan dapat mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang selama ini beraktivitas di pasar.

Sejumlah pedagang kemudian menyampaikan persoalan dan usulan mereka. Jupri, perwakilan pedagang konfeksi, meminta kepastian mengenai rencana revitalisasi, terutama terkait lokasi penempatan pedagang selama proses pembangunan maupun setelah revitalisasi selesai. Ia juga meminta kejelasan mengenai pengaturan pedagang yang selama ini berjualan di sekitar jalan dan mengusulkan agar revitalisasi dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri.

Aspirasi serupa disampaikan Agung, pedagang Pasar Tanjung. Ia berharap fungsi Pasar Tanjung dikembalikan sebagaimana mestinya sesuai ketentuan. Menurutnya, pedagang yang berjualan di pinggir jalan perlu ditata dan diarahkan masuk ke dalam pasar sehingga aktivitas perdagangan lebih tertib dan kesemrawutan dapat dikurangi.

Rendra, pedagang sayur, juga menyoroti keberadaan pedagang di pinggir jalan yang dinilai berdampak terhadap arus lalu lintas serta akses menuju toko-toko di sekitar pasar. Ia menyampaikan bahwa para pedagang telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi agar pedagang yang berjualan di luar area pasar dapat dipindahkan ke dalam pasar.

Dukungan terhadap langkah penataan juga datang dari Ketua RW di sekitar Pasar Tanjung. Ia menyatakan mendukung apabila pemerintah melakukan penataan atau penertiban terhadap pedagang yang berjualan di badan jalan. Sementara Tatik, salah seorang pedagang, berharap penataan dapat mengembalikan aktivitas perdagangan Pasar Tanjung seperti sebelumnya.

Pedagang konfeksi lainnya, Atik, meminta pemerintah memberikan kejelasan terkait program revitalisasi, terutama mengenai tempat usaha bagi pedagang. Ia berharap apabila revitalisasi dilaksanakan, ukuran tempat usaha baru dapat disesuaikan dengan ukuran tempat yang selama ini ditempati pedagang.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Jember menyampaikan bahwa pemerintah akan mengakomodasi masukan pedagang dalam proses pembenahan Pasar Tanjung. Revitalisasi direncanakan dimulai setelah Idul Fitri.

Sementara untuk persoalan pedagang yang berjualan di pinggir jalan, pemerintah akan memberikan waktu sekitar satu minggu sebelum mengundang seluruh pedagang ke Pendopo Kabupaten Jember. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk membahas skenario penataan secara lebih menyeluruh.

Dari perspektif kewaspadaan nasional dan penanganan konflik, Bakesbangpol Kabupaten Jember turut memberikan perhatian terhadap dinamika yang berkembang di Pasar Tanjung. Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember, Syamsu Rijal, S.H., M.H., mengatakan bahwa penyelesaian persoalan pasar perlu mengedepankan komunikasi dan dialog antara pemerintah, pedagang, serta masyarakat sekitar.

“Yang terpenting adalah bagaimana setiap aspirasi dapat disampaikan melalui komunikasi yang terbuka dan kemudian dicarikan solusi bersama. Bakesbangpol melihat dinamika di Pasar Tanjung sebagai bagian dari proses penyampaian aspirasi masyarakat yang perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas,” ujar Syamsu.

Menurutnya, rencana penataan maupun revitalisasi perlu disosialisasikan secara jelas kepada pedagang, terutama kelompok yang berpotensi terdampak langsung. Kejelasan mengenai tahapan, waktu pelaksanaan, lokasi sementara, tempat usaha, serta mekanisme penataan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama.

“Dari sisi kewaspadaan nasional, kami mendorong agar komunikasi antara pemerintah dan pedagang terus dibangun. Jangan sampai ada informasi yang tidak utuh kemudian menimbulkan kesalahpahaman. Setiap perkembangan perlu disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat memahami arah kebijakan dan pemerintah juga mendapatkan masukan dari masyarakat,” jelasnya.

Syamsu menambahkan, Bakesbangpol akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika sosial yang berkembang, khususnya terkait respons pedagang dan masyarakat terhadap rencana penataan. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan potensi konflik di tengah proses penyelesaian persoalan Pasar Tanjung.

“Prinsipnya, kami mendukung penyelesaian yang mengedepankan dialog, ketertiban, kepastian informasi, dan kepentingan masyarakat. Aspirasi yang muncul harus menjadi bahan bagi pemerintah untuk mengambil langkah yang terukur dan tidak menimbulkan persoalan baru,” tambah Syamsu.

Penataan nantinya diarahkan untuk mengembalikan fungsi pasar sekaligus fungsi trotoar sesuai peruntukannya. Pemerintah juga akan mempertimbangkan penyediaan tempat usaha dengan ukuran yang disesuaikan dengan hak atau tempat yang selama ini ditempati pedagang. Fasilitas pendukung seperti toilet juga menjadi bagian yang akan dipertimbangkan dalam proses revitalisasi.

Setelah audiensi, sekitar pukul 15.15 WIB, Bupati Jember bersama para pedagang melaksanakan makan bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari suasana dialog yang berlangsung langsung antara pemerintah dan pedagang.

Pada pukul 15.35 WIB, Bupati Jember bersama sejumlah perwakilan kepala organisasi perangkat daerah meninggalkan lokasi Pasar Tanjung. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Sidak tersebut menjadi langkah awal Pemkab Jember untuk merespons persoalan tata kelola Pasar Tanjung secara langsung. Aspirasi yang muncul menunjukkan adanya kebutuhan penataan aktivitas perdagangan, terutama terkait pedagang di pinggir jalan, fungsi pasar dan trotoar, lalu lintas, kebersihan, serta kepastian tempat usaha dalam rencana revitalisasi.

Bagi Bakesbangpol Jember, keberlanjutan komunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas selama proses penataan berlangsung. Dinamika terhadap rencana revitalisasi dan penertiban masih perlu dipantau, terutama karena kebijakan tersebut bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi pedagang.

Pemerintah Kabupaten Jember selanjutnya akan melakukan pembahasan bersama para pedagang di Pendopo Kabupaten Jember dalam waktu sekitar satu minggu untuk membahas skenario penataan. Langkah tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk mempertemukan kebutuhan penataan kawasan dengan aspirasi pedagang dan masyarakat sekitar Pasar Tanjung. (but)

Galeri Foto