logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Sinergi Akademisi dan Kader, Kunci Strategis Tekan Angka Kematian Ibu di Kelurahan Mangli

  • 22 April 2026
  • Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
sinergi-akademisi-dan-kader-kunci-strategis-tekan-angka-kematian-ibu-di-kelurahan-mangli-20260422

Sinergi Akademisi dan Kader, Kunci Strategis Tekan Angka Kematian Ibu di Kelurahan Mangli

JEMBER, 22 APRIL 2026- Kolaborasi lintas sektor menjadi strategi baru Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadapi tantangan kesehatan ibu dan anak. Melalui pendekatan ilmiah dan penguatan basis komunitas, Gerakan 1200 Nakes (Gerakan Cinta Kesehatan Ibu dan Anak) kini mengintegrasikan perspektif akademisi untuk mempertajam peran kader posyandu dalam mendeteksi dini risiko kehamilan dan stunting di wilayah Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Langkah inovatif ini bertujuan untuk mentransformasi peran kader dari sekadar pelaksana administratif menjadi detektor lapangan yang responsif. Dengan melibatkan pakar dari institusi pendidikan, para kader dibekali kemampuan analisis sosial untuk menjaring ibu hamil "tersembunyi" yang selama ini belum terdata oleh fasilitas kesehatan resmi. Agenda ini dihadiri oleh Camat Kaliwates, Dwisunu Arinugroho, S.Sos., Lurah Mangli, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.

Dari sudut pandang pengembangan sumber daya manusia, Andy Asmara, S.AP., M.PSDM., Dosen STIKES Griya Husada Surabaya, menyoroti bahwa efektivitas program kesehatan sangat bergantung pada manajemen koordinasi di tingkat akar rumput. Menurutnya, kader adalah elemen manajemen kesehatan masyarakat yang paling memahami karakteristik demografi wilayahnya.

"Kader posyandu adalah modal sosial yang luar biasa. Melalui penguatan kapasitas ini, kita sebenarnya sedang membangun sistem peringatan dini (early warning system) di masyarakat. Keberhasilan menurunkan angka stunting dan kematian ibu tidak hanya soal ketersediaan alat medis, tapi sejauh mana kader mampu melakukan pendekatan persuasif untuk menemukan sasaran risiko tinggi sejak trimester pertama," ungkap Andy Asmara di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini secara teknis juga menghadirkan Tri Yaningsih, SKM., M.Kes., dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Jember. Ia menginstruksikan agar kader lebih aktif menyasar ibu hamil baru, mengingat sering ditemukannya kasus kehamilan yang baru terdeteksi saat usia kandungan sudah besar. Hal ini sangat berisiko jika ibu tersebut memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan penanganan khusus dari dokter atau nakes pendamping.

Camat Kaliwates, Dwisunu Arinugroho, dalam sambutannya menekankan bahwa integritas data yang dimulai dari laporan kader akan menentukan ketepatan intervensi pemerintah. Sinergi antara temuan lapangan oleh kader dan tindakan medis oleh dokter puskesmas di Kelurahan Mangli diharapkan mampu menutup celah kerawanan kesehatan yang selama ini ada.

Struktur penanganan dalam program ini dirancang secara sistematis: kader berperan sebagai penemu sasaran, nakes melakukan pemantauan berkala, dan dokter bertindak sebagai eksekutor penanganan medis jika ditemukan komplikasi. Pola ini diharapkan tidak hanya bersifat reaktif saat terjadi masalah, namun benar-benar preventif melalui pengawasan ketat sejak awal masa kehamilan.

Melalui perpaduan antara kebijakan pemerintah, bimbingan teknis dari nakes, dan wawasan manajerial dari akademisi, Kelurahan Mangli diharapkan menjadi pilot project bagi wilayah lain dalam menciptakan ekosistem kesehatan ibu dan anak yang mandiri. Upaya kolektif ini merupakan langkah nyata Pemkab Jember dalam memastikan setiap nyawa ibu dan anak mendapatkan proteksi maksimal dari negara.(bjk)

Galeri Foto