logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

SMAN Rambipuji Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Siswa dan Guru Dilatih Evakuasi Mandiri

  • 05 November 2026
  • Dibaca 122 Kali
Bagikan Via:
sman-rambipuji-perkuat-kesiapsiagaan-bencana-siswa-dan-guru-dilatih-evakuasi-mandiri-20261106

SMAN Rambipuji Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Siswa dan Guru Dilatih Evakuasi Mandiri

JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur melaksanakan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA Negeri Rambipuji, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Rabu-Kamis (4-5 November 2026).

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman dan memiliki kemampuan melakukan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si. mengatakan, program SPAB tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bencana kepada siswa, tetapi juga mendorong sekolah memiliki sistem kesiapsiagaan yang dapat diterapkan secara mandiri.

"Melalui SPAB, seluruh warga sekolah diharapkan memahami potensi risiko bencana di lingkungan sekolah, mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, serta mampu melakukan evakuasi secara mandiri dengan tetap memperhatikan keselamatan," ujar Edy Budi Susilo.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta. Mereka terdiri dari sekitar 60 siswa dari perwakilan kelas X dan XI, pengurus OSIS, perwakilan ekstrakurikuler, seluruh guru, tenaga kependidikan serta komite sekolah.

Pada Rabu (4/11), tim berangkat menuju SMAN Rambipuji sekitar pukul 07.15 WIB dan tiba pukul 07.50 WIB. Kegiatan kemudian dibuka pukul 08.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Tangguh, laporan atau sambutan kegiatan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, serta doa.

Sekitar pukul 08.15 WIB, peserta mendapatkan materi mengenai potensi dan risiko bencana di lingkungan sekolah. Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dasar Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang diberikan Kepala SMAN Rambipuji.

Selanjutnya, pukul 08.45 WIB, peserta mendapatkan materi kondisi geografis dan pengurangan risiko bencana (PRB). Materi tersebut mencakup kondisi geografis Jember, potensi ancaman bencana, pemetaan sekolah yang memiliki risiko bencana serta strategi pengurangan risiko bencana.

Materi tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Jember bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Maryani, S.Kom., M.M.

Menurut Edy Budi Susilo, pemahaman mengenai kondisi lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan. Warga sekolah perlu mengetahui titik rawan, titik strategis, jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul sehingga tidak terjadi kepanikan ketika bencana benar-benar terjadi.

"Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sekolah menyusun SOP tanggap darurat dan dokumen SPAB. Karena itu, keterlibatan guru, tenaga kependidikan dan komite sekolah sangat diperlukan agar kesiapsiagaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari sistem sekolah," katanya.

Memasuki pukul 11.00 WIB, siswa mendapatkan edukasi dasar kebencanaan secara interaktif melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Provinsi Jawa Timur.

Pada waktu yang sama, guru, tenaga kependidikan dan komite sekolah mengikuti penyusunan dokumen serta Tim Siaga Bencana Sekolah. Kegiatan mencakup penyusunan SOP tanggap darurat, penentuan jalur evakuasi, serta pembentukan dan penguatan tim yang akan berperan ketika terjadi bencana di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan hari pertama berakhir sekitar pukul 13.50 WIB dan tim kembali ke Markas Komando.

Pada hari kedua, Kamis (5/11), kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana. Sekitar pukul 08.00 WIB, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah bencana yang pernah terjadi di lingkungan sekolah, mitigasi serta langkah pencegahannya dari Fasilitator SPAB.

Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan review pembagian peran dan skenario gladi sebelum peserta mengikuti simulasi.

Pukul 09.00 WIB, seluruh peserta melaksanakan gladi atau simulasi evakuasi mandiri. Dalam simulasi tersebut, warga sekolah dilatih memahami peran masing-masing ketika terjadi bencana, mulai dari proses evakuasi hingga menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pukul 10.01 WIB dengan praktik pemadaman api menggunakan handuk basah dan alat pemadam api ringan (APAR) yang dipandu tim Fasilitator SPAB.

Edy Budi Susilo menegaskan, latihan praktis menjadi bagian penting dalam SPAB karena kesiapsiagaan tidak cukup hanya dibangun melalui pengetahuan teoritis.

"Keselamatan warga sekolah harus menjadi prioritas. Dengan latihan secara langsung, siswa, guru dan seluruh unsur sekolah memiliki pengalaman mengenai apa yang harus dilakukan saat menghadapi keadaan darurat," ujar Edy Budi Susilo.

Ia menambahkan, antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa warga SMAN Rambipuji memiliki komitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan berlangsung tertib, lancar dan peserta aktif mengikuti seluruh rangkaian materi maupun simulasi.

Pelaksanaan SPAB tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, BPBD Provinsi Jawa Timur, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, SMAN Rambipuji dan Fasilitator SPAB Provinsi Jawa Timur.

Melalui program tersebut, BPBD Jember mendorong agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu menjadi lingkungan yang tangguh dan memiliki sistem kesiapsiagaan ketika menghadapi ancaman bencana. (tgh)

Galeri Foto