logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Momen Hangat Ning Gytha Eka Puspita Bersama Siswa dalam Apel Bunga Desaku di Sumberbaru

  • 10 Agustus 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
momen-hangat-ning-gytha-eka-puspita-bersama-siswa-dalam-apel-bunga-desaku-di-sumberbaru-20260810

Momen Hangat Ning Gytha Eka Puspita Bersama Siswa dalam Apel Bunga Desaku di Sumberbaru

JEMBER, 10 AGUSTUS 2026 – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan Apel Siswa SMP/MTs se-Kecamatan Sumberbaru yang digelar di SMP Negeri 1 Sumberbaru, Kabupaten Jember, Minggu 09 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bunga Desaku Kecamatan Sumberbaru yang menghadirkan pelajar, guru, serta berbagai unsur masyarakat.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah kebersamaan Ning Ghyta Eka Puspita, Ketua TP-PKK Kabupaten Jember, bersama para siswa di atas panggung. Dengan suasana yang santai dan penuh keakraban, Ning Ghyta berinteraksi langsung dengan siswa, memberikan motivasi sekaligus mengajak mereka untuk berani memiliki cita-cita dan terus belajar.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ghyta menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah. Menurutnya, kegiatan seperti apel siswa bukan hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan, keberanian, dan rasa percaya diri para pelajar.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Jangan takut untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin. Yang paling penting adalah terus belajar, disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta berani berusaha untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” ujar Ning Ghita.

Momen interaksi Ning Ghyta dengan siswa semakin hangat ketika seorang pelajar bernama Adit dari SMP Negeri 2 Sumberbaru mendapat kesempatan untuk menyampaikan cita-citanya. Di hadapan peserta apel, Adit mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang tentara.

Cita-cita tersebut disampaikan Adit dengan penuh keyakinan. Baginya, menjadi tentara bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah harapan untuk dapat mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Saya ingin menjadi tentara. Saya ingin terus belajar dan berusaha supaya cita-cita saya bisa tercapai. Saya juga ingin membanggakan orang tua dan bisa mengabdi kepada negara,” ungkap Adit.

Keberanian Adit menyampaikan cita-citanya di hadapan banyak orang mendapatkan apresiasi. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki mimpi masing-masing yang layak untuk mendapatkan dukungan.

Ning Ghyta pun memberikan semangat kepada Adit agar tidak berhenti pada cita-cita, tetapi mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Menurutnya, untuk menjadi seorang tentara dibutuhkan kedisiplinan, ketekunan, kesehatan, pendidikan, serta karakter yang kuat.

“Adit, cita-cita itu harus dijaga. Mulai sekarang belajar yang rajin, disiplin, dengarkan nasihat orang tua dan guru. Kalau ingin menjadi tentara, persiapkan diri dengan baik dan jangan mudah menyerah. Semoga nanti cita-citanya bisa tercapai,” pesan Ning Ghyta.

Suasana semakin menarik ketika Ning Ghyta dan Adit tampil berdampingan di atas panggung. Kehadiran seorang pemimpin yang mau berinteraksi secara langsung dengan pelajar tersebut memberikan kesan tersendiri bagi peserta kegiatan.

Apel siswa dalam rangkaian Bunga Desaku Kecamatan Sumberbaru juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Para siswa tidak hanya diajak untuk mengikuti kegiatan secara tertib, tetapi juga diberikan ruang untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, serta optimisme terhadap masa depan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya menghadirkan figur yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak. Bagi pelajar, pertemuan langsung dengan tokoh masyarakat dapat memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus memotivasi mereka untuk terus mengejar pendidikan dan cita-cita.

Semangat yang ditunjukkan Adit menjadi salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut. Cita-cita menjadi tentara yang diungkapkannya di hadapan banyak orang menjadi pengingat bahwa anak-anak di daerah memiliki mimpi besar dan membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk tumbuh dan berkembang.

Melalui kegiatan Bunga Desaku, semangat membangun generasi muda juga diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Sekolah, orang tua, pemerintah, serta masyarakat memiliki peran bersama dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkembang sesuai potensi mereka.

Bagi Adit dan para pelajar lainnya, pesan yang disampaikan Ning Ghyta menjadi bekal untuk terus melangkah. Bahwa setiap cita-cita membutuhkan proses, kedisiplinan, keberanian, dan kerja keras.

Dari panggung sederhana di SMPN 1 Sumberbaru, sebuah harapan pun tumbuh. Adit dengan cita-citanya menjadi tentara, dan para siswa lainnya dengan mimpi mereka masing-masing, menjadi bagian dari generasi yang diharapkan mampu membawa masa depan Jember semakin maju. (hz)

Galeri Foto