logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

SMPS Al Baitul Amien dan BPBD Jember Resmi Jalin Kerja Sama Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

  • 17 September 2026
  • Dibaca 153 Kali
Bagikan Via:
smps-al-baitul-amien-dan-bpbd-jember-resmi-jalin-kerja-sama-penguatan-kesiapsiagaan-bencana-20260918

SMPS Al Baitul Amien dan BPBD Jember Resmi Jalin Kerja Sama Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 – SMPS Al Baitul Amien Jember resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember untuk memperkuat edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan satuan pendidikan.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor 245-A/SMP.ABA.FDS/JBR/SK/2026 dan Nomor 100.3.7.1/3290/35.09.416/2026 yang ditandatangani Kepala SMPS Al Baitul Amien Jember Elvia Fadjar Iqzani, S.Pd. dan Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., di Kantor BPBD Jember, Rabu, 16 September 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si. mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun satuan pendidikan yang memiliki kemampuan menghadapi potensi bencana secara terencana.

“Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang aman dan memiliki kesiapsiagaan ketika terjadi bencana,” kata Edy Budi Susilo.

Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun melalui pengetahuan, latihan, prosedur yang jelas, serta keterlibatan seluruh warga sekolah. Dengan demikian, warga sekolah tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.

Kepala BPBD menegaskan, kerja sama antara sekolah dan BPBD tersebut bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan administrasi atau kepentingan akreditasi sekolah, melainkan harus memberikan manfaat nyata dalam membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan keselamatan seluruh warga sekolah.

“Kerja sama ini jangan hanya dipandang untuk kebutuhan akreditasi, tetapi bagaimana sekolah benar-benar memiliki kapasitas dan kesiapan menghadapi bencana, sehingga ketika terjadi keadaan darurat, seluruh warga sekolah sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” tegasnya.

Dalam perjanjian tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup edukasi dan sosialisasi kebencanaan, pelatihan peningkatan kapasitas peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, serta pelaksanaan simulasi dan latihan kesiapsiagaan.

Kerja sama juga mencakup penyusunan atau penguatan prosedur evakuasi dan penanganan keadaan darurat, pemetaan potensi risiko dan ancaman bencana di lingkungan sekolah, serta pendampingan penyusunan program mitigasi dan kesiapsiagaan.

Selain itu, sekolah didorong mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan kebencanaan. BPBD akan memberikan dukungan berupa narasumber, tenaga kompeten, materi edukasi, informasi mengenai potensi dan risiko bencana, hingga rekomendasi peningkatan kesiapsiagaan.

Sementara itu, SMPS Al Baitul Amien berkewajiban menyediakan fasilitas kegiatan, mengikutsertakan warga sekolah dalam pelatihan dan simulasi.

Sekolah juga diwajibkan menyusun kajian risiko dan prosedur tetap, melakukan evaluasi berkala, serta menindaklanjuti rekomendasi hasil pelatihan maupun pendampingan BPBD.

“Yang terpenting adalah keberlanjutan program. Kesiapsiagaan bukan kegiatan sekali selesai, tetapi perlu dilatih dan dievaluasi secara berkala,” ujar Edy Budi Susilo.

Perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama satu tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua pihak. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerja sama dilakukan sekurang-kurangnya setiap enam bulan.

Kerja sama ini mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta ketentuan mengenai penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Melalui kerja sama tersebut, SMPS Al Baitul Amien Jember dan BPBD berharap kapasitas sekolah dalam mengurangi risiko bencana dapat terus diperkuat, sekaligus memastikan keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses pendidikan saat menghadapi keadaan darurat. (tgh)

Galeri Foto