logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Tegal Besar

SOSIALISASI PROGRAN PERCEPATAN PENURUNAN AKI , AKB, AKBAL DAN STUNTING KEL. TEGAL BESAR

  • 28 Agustus 2026
  • Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
sosialisasi-progran-percepatan-penurunan-aki-akb-akbal-dan-stunting-kel-tegal-besar-20260828

SOSIALISASI PROGRAN PERCEPATAN PENURUNAN AKI , AKB, AKBAL DAN STUNTING KEL. TEGAL BESAR

Jember, 28 Agustus 2026 – Kelurahan Tegal Besar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Sosialisasi Program Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL), dan Stunting. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Agustus 2026, tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman serta membangun sinergi seluruh unsur masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan menghadirkan dr. Rumi Enggrawati, Kepala Puskesmas Kaliwates, sebagai narasumber. Turut hadir Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos dan Lurah Tegal Besar Maria Hardajanti, S.Sos.

Sosialisasi diikuti oleh ketua pengajian, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu, serta kader PKK Kelurahan Tegal Besar. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Dalam pemaparannya, dr. Rumi Enggrawati menyampaikan data kesehatan Kelurahan Tegal Besar periode Januari hingga Agustus 2026. Salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 0 kasus. Capaian ini menunjukkan adanya upaya bersama dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan ibu hamil dan ibu melahirkan.

Namun, masih terdapat tantangan yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya Angka Kematian Bayi (AKB). Selama periode Januari hingga Agustus 2026 tercatat 3 kasus kematian bayi, dengan rincian 2 kasus pada bulan Mei dan 1 kasus pada bulan Agustus.

Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak masa kehamilan.

Salah satu kendala yang masih ditemukan adalah berkaitan dengan sistem rujukan. Ibu hamil terkadang melakukan rujukan secara mandiri, sementara fasilitas rujukan yang dipilih belum selalu sesuai dengan tingkat kompetensi yang diperlukan berdasarkan kondisi kesehatan pasien. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai sistem rujukan yang tepat menjadi hal penting yang harus terus disosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat.

Selain itu, peran keluarga dan masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan program kesehatan. Dalam beberapa kondisi, masih terdapat keluarga yang tetap mempertahankan kehamilan meskipun terdapat faktor risiko kesehatan, seperti penyakit jantung atau riwayat hipertensi. Pendampingan dan pemahaman keluarga sangat diperlukan agar keputusan terkait kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan serta rekomendasi tenaga kesehatan.

Dukungan terhadap program Keluarga Berencana (KB) juga perlu ditingkatkan. Keluarga dan masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan kepada peserta KB sebagai bagian dari upaya perencanaan kehamilan dan peningkatan kesehatan keluarga.

Permasalahan lainnya adalah kendala pembiayaan kesehatan. Masih terdapat masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan dalam pembiayaan kesehatan. Karena itu, sosialisasi mengenai hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan serta informasi kepesertaan BPJS perlu terus dilakukan.

OPTIMALISASI POSYANDU

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan pentingnya optimalisasi pelayanan Posyandu. Kelurahan Tegal Besar memiliki 2.406 sasaran balita yang tersebar di 19 Posyandu.

Seluruh sasaran tersebut diharapkan dapat terdata dengan baik dan mendapatkan pelayanan tumbuh kembang secara lengkap. Posyandu memiliki peran strategis dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, termasuk mendeteksi secara dini apabila terdapat permasalahan yang membutuhkan intervensi.

Kader Posyandu dan PKK diharapkan terus memperkuat pendataan serta mengajak keluarga untuk secara rutin membawa balita ke Posyandu. Dengan data yang akurat, intervensi terhadap balita yang membutuhkan perhatian dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

HOME CARE UNTUK WARGA RENTAN

Materi penting lainnya yang disampaikan adalah Program Pelayanan Home Care. Program ini bertujuan mewujudkan konsep “Dokter Keluarga” bagi warga tidak mampu dan kelompok masyarakat rentan.

Program Home Care menyasar beberapa kelompok prioritas, yaitu ibu hamil risiko tinggi (Resti), balita stunting usia 0–24 bulan, lansia dengan kepala keluarga tunggal atau terlantar, serta warga kurang mampu yang menderita penyakit kronis atau penyakit berat.

Pelayanan Home Care dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, akses layanan, yaitu pendaftaran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kedua, verifikasi dan skrining, berupa pengecekan kelayakan serta kelengkapan data sasaran.

Tahap berikutnya adalah pemberian pelayanan, yang dapat berupa kunjungan rumah, pemeriksaan dasar, pengobatan maupun pemantauan kondisi kesehatan. Setelah itu dilakukan tindak lanjut, meliputi pencatatan secara rapi dalam sistem, rujukan medis apabila diperlukan, serta pemantauan secara berkelanjutan.

Melalui Home Care, pelayanan kesehatan diharapkan dapat semakin dekat dengan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan dan pemantauan secara khusus.

PERKUAT KERJA SAMA SELURUH ELEMEN MASYARAKAT

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa keberhasilan program percepatan penurunan AKI, AKB, AKBAL dan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah kelurahan, Puskesmas, kader Posyandu, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, dan seluruh masyarakat memiliki peran masing-masing.

Kelurahan Tegal Besar telah berhasil mempertahankan AKI pada angka nol kasus, namun upaya tersebut harus terus dipertahankan. Pada saat yang sama, penurunan AKB, AKBAL dan stunting harus menjadi perhatian bersama.

Lurah Tegal Besar Maria Hardajanti, S.Sos menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur masyarakat dalam mendukung program kesehatan. Menurutnya, kader dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang tersedia.

Sementara itu, Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos memberikan dukungan terhadap upaya penguatan program kesehatan di wilayah Kecamatan Kaliwates. Koordinasi lintas sektor diharapkan terus ditingkatkan agar berbagai persoalan kesehatan di masyarakat dapat ditangani secara bersama-sama.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diharapkan memahami data kesehatan secara jelas serta mampu mengenali titik-titik kendala di lapangan. Pelayanan juga harus difokuskan kepada kelompok sasaran prioritas.

Dalam pelaksanaan Home Care, seluruh pihak terkait diharapkan menjalankan pelayanan sesuai alur, dengan prinsip “catat rapi, periksa benar, layani tuntas, rekam dalam sistem.”

Selain itu, sosialisasi mengenai hak mendapatkan layanan kesehatan dan BPJS perlu terus diperkuat. Pendampingan kepada keluarga yang masih menolak atau ragu terhadap rujukan medis juga perlu dilakukan secara persuasif dan berkesinambungan.

Dengan semakin kuatnya sinergi antara Pemerintah Kelurahan Tegal Besar, Puskesmas Kaliwates, kader Posyandu, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua pengajian, keluarga dan masyarakat, diharapkan seluruh sasaran balita, ibu hamil, lansia, serta warga rentan dapat memperoleh perlindungan dan pelayanan kesehatan secara optimal.

Sosialisasi ini menjadi langkah nyata Kelurahan Tegal Besar dalam mendukung percepatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh dan berkembang secara optimal.

Galeri Foto