logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana

Stop Bullying! DP3AKB Jember Edukasi Siswa MI Ar Roudhoh dengan Cara Seru & Interaktif

  • 20 Desember 2025
  • Dibaca 253 Kali
Bagikan Via:
stop-bullying-dp3akb-jember-edukasi-siswa-mi-ar-roudhoh-dengan-cara-seru-interaktif-20251220

Stop Bullying! DP3AKB Jember Edukasi Siswa MI Ar Roudhoh dengan Cara Seru & Interaktif

Jember, 15 dan 17 Desember 2025 – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan ramah anak dengan menyelenggarakan kegiatan edukasi di MI Ar Roudhoh. Program ini digelar sebagai langkah nyata untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai hak-hak anak sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya membangun suasana yang aman, nyaman, serta penuh penghargaan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, para siswa-siswi MI Ar Roudhoh diajak untuk mengenal dan memahami hak-hak mendasar yang melekat pada setiap anak. Hak untuk merasa aman, hak untuk dihargai, serta hak untuk didengarkan menjadi pokok bahasan utama. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, lugas, dan dekat dengan keseharian anak-anak sehingga mudah dipahami. Pendekatan ini membuat pesan yang disampaikan tidak terasa berat, melainkan menyatu dengan pengalaman sehari-hari mereka.

Selain mengenalkan hak anak, DP3AKB juga menekankan edukasi mengenai anti kekerasan. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa sikap saling menghormati merupakan pondasi penting dalam kehidupan bersama. Mereka diberi penjelasan bahwa segala bentuk perundungan atau bullying, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik, harus ditolak dan tidak boleh dianggap sebagai hal lumrah. Bentuk-bentuk bullying dijelaskan secara rinci, mulai dari tindakan fisik seperti memukul, mendorong, atau menyakiti tubuh, hingga bentuk nonfisik seperti mengejek, menghina, mengucilkan, atau mempermalukan teman. Dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka, siswa diajak menyadari bahwa perundungan dapat menimbulkan luka, baik secara fisik maupun emosional, dan karenanya tidak boleh dibiarkan terjadi.

Kegiatan edukasi ini dipandu langsung oleh Mauvirotul Arifah, staf Bidang Perlindungan Anak DP3AKB. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, tidak hanya berupa ceramah satu arah, melainkan diselingi dengan sesi tanya jawab yang memberi kesempatan kepada siswa-siswi untuk berbagi cerita. Dalam sesi tersebut, anak-anak tampak lebih terbuka, berani menyampaikan perasaan, serta menceritakan pengalaman yang mereka alami, baik di sekolah maupun di rumah. Interaksi ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk belajar mengekspresikan diri sekaligus melatih keberanian dalam menyuarakan hal-hal yang dirasakan.

Melalui kegiatan ini, DP3AKB berharap siswa-siswi MI Ar Roudhoh semakin memahami hak-hak anak yang melekat pada diri mereka, berani bersikap dan berbicara apabila mengalami perundungan, serta mampu membangun hubungan yang saling menghargai. Harapan besar yang ingin dicapai adalah terciptanya lingkungan sekolah yang benar-benar aman, nyaman, dan ramah anak, di mana setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan.

Dengan adanya kegiatan edukasi semacam ini, DP3AKB menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua atau guru, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga mereka berhak mendapatkan ruang tumbuh yang sehat, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan.

Galeri Foto