Sumur 15 Meter Kering, 85 KK di Silo Jember Harus Tempuh 3 Km untuk Cari Air
- 22 September 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Sumur 15 Meter Kering, 85 KK di Silo Jember Harus Tempuh 3 Km untuk Cari Air
JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 – Kekeringan kembali memaksa warga Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di RT 01 dan RT 02 RW 07 terdampak setelah sumur warga yang selama ini menjadi tumpuan mulai mengering.
Persoalan semakin berat karena wilayah RW 07 belum memiliki jaringan pipanisasi. Sementara itu, sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter kini tidak lagi menyediakan air. Untuk mendapatkan sumber air alternatif, warga bahkan harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer menuju sungai terdekat.
Kondisi tersebut telah dirasakan warga sejak Juli 2026, seiring dampak musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Provinsi Jawa Timur kembali mendistribusikan bantuan air bersih ke Dusun Baban Timur pada Selasa (22/9/2026). Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah tandon yang telah disiapkan di beberapa titik permukiman.
TRC BPBD Kabupaten Jember turut melakukan pendampingan selama proses distribusi sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan penggunaan air secara bijak.
Personel TRC BPBD Jember, Moh Agus Shofarudin, mengatakan distribusi air diperlukan karena warga tidak memiliki akses pipanisasi dan kondisi sumur mereka sudah mengalami kekeringan.
“Warga di Baban Timur masih kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter sudah kering, sementara untuk mendapatkan air dari sungai warga harus menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer,” ujar Moh Agus Shofarudin.
Berdasarkan hasil asesmen TRC yang dilakukan pada 1 Agustus 2026, terdapat 45 KK terdampak di RT 01/RW 07 dan 40 KK di RT 02/RW 07. Total terdapat sekitar 85 KK yang membutuhkan dukungan air bersih.
Untuk memudahkan distribusi, bantuan air ditampung di lima titik. Dua tandon berada di RT 01/RW 07 dan tiga tandon lainnya berada di RT 02/RW 07. Titik-titik tersebut ditempatkan di halaman rumah warga maupun fasilitas lingkungan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Distribusi terbaru merupakan bantuan air bersih ke-19 di wilayah tersebut. Hingga 22 September 2026, total air bersih yang telah didistribusikan tercatat mencapai 95.000 liter.
BPBD juga telah menyediakan sarana penampungan berupa empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter serta satu tandon lama berkapasitas sekitar 2.200 liter. Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Timur turut memberikan 20 jeriken untuk membantu warga membawa dan menyimpan air.
Tim BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah distribusi, petugas melakukan pendampingan, memberikan imbauan kepada masyarakat, serta mendokumentasikan kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung aman serta lancar tanpa kendala.
Menurut Moh Agus Shofarudin, kondisi tersebut masih membutuhkan penanganan secara berkala karena sumber air warga belum kembali normal.
“Selama kondisi sumur belum kembali terisi dan belum tersedia jaringan pipanisasi, kebutuhan air bersih masyarakat perlu tetap dipantau dan dipenuhi secara berkala,” katanya.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Rekomendasi tersebut disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang masih bergantung pada bantuan air selama musim kemarau.
Penanganan di lokasi melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, Destana, RT/RW, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan air dapat diterima warga yang benar-benar membutuhkan.
Kondisi Baban Timur memperlihatkan bagaimana keterbatasan infrastruktur air bersih semakin terasa ketika musim kemarau berlangsung. Sumur yang mengering dan belum adanya pipanisasi membuat sebagian warga harus mengandalkan distribusi bantuan maupun menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh air.
Dengan distribusi terbaru, kebutuhan dasar warga untuk sementara terbantu. Namun, selama sumber air belum pulih, distribusi berkala masih menjadi salah satu langkah yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi 85 KK terdampak. (bob)