Sumur Warga dan Pesantren Mulai Surut, BPBD Jember Bergerak Atasi Krisis Air di Mayang
- 07 Oktober 2026
- Dibaca 43 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga dan Pesantren Mulai Surut, BPBD Jember Bergerak Atasi Krisis Air di Mayang
JEMBER, 07 OKTOBER 2026 – Dampak musim kemarau masih dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Jember. Salah satunya warga Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur-sumur warga mulai mengering.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember untuk terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak kekeringan. Pada Rabu, 07 Oktober 2026, BPBD Jember melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) mendampingi distribusi air bersih bagi warga Dusun Rowo.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-6 untuk penanganan dampak bencana kekeringan di wilayah tersebut. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat sekaligus mengisi empat tandon air milik BPBD yang tersedia di lokasi.
Bantuan tersebut turut melibatkan Baznas Kabupaten Jember. TRC-PB BPBD Jember hadir untuk melakukan pendampingan sekaligus memastikan proses distribusi air berjalan dengan aman dan tepat sasaran.
Firman Arifianto, personel TRC BPBD Jember, mengatakan kondisi kekeringan membuat warga Dusun Rowo harus menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk mendapatkan air dari sumber mata air yang berada di dekat sungai.
“Sumur-sumur warga mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air dari sumber mata air yang jaraknya sekitar satu kilometer,” ujar Firman.
Tidak hanya sumur milik warga yang terdampak. Sumur bor milik Pondok Pesantren At Thohiriyah yang selama ini menjadi salah satu sumber air di wilayah tersebut juga mengalami penurunan debit.
Kondisi itu membuat ketersediaan air dari sumur bor tersebut tidak lagi mencukupi kebutuhan pondok pesantren. Situasi tersebut kemudian mendorong masyarakat mengajukan bantuan distribusi air bersih kepada pemerintah melalui Pemerintah Desa Mrawan.
Berdasarkan permohonan dari Kepala Desa Mrawan melalui Surat, bantuan air bersih kemudian disalurkan ke wilayah terdampak.
Sedikitnya 80 kepala keluarga membutuhkan pasokan air bersih. Rinciannya, sebanyak 40 KK berada di RT 02/RW 14 dan 40 KK lainnya berada di RT 01/RW 16 Dusun Rowo, Desa Mrawan.
Dengan adanya distribusi tersebut, BPBD Jember mencatat hingga 7 Oktober 2026 telah tersalurkan sebanyak 30.000 liter air bersih melalui tandon BPBD di lokasi terdampak.
“Distribusi berjalan aman, lancar dan kondusif. Kami juga terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Firman.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dengan kapasitas sekitar 5.000 liter kembali dilakukan setiap tiga hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember bersama Sekretaris Desa Mrawan, Kepala Dusun, Ketua RT/RW, serta warga setempat memastikan proses distribusi dapat berjalan tertib.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan BPBD Jember dalam menghadapi dampak musim kemarau, khususnya bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air. (bob)