Sumur Warga Masih Berair, BPBD Jember Nyatakan Dusun Gudangrejo Rambipuji Belum Dilanda Kekeringan
- 28 Agustus 2026
- Dibaca 88 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Masih Berair, BPBD Jember Nyatakan Dusun Gudangrejo Rambipuji Belum Dilanda Kekeringan
JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap permohonan bantuan air bersih dari warga Dusun Gudangrejo II, RT 02 RW 022, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Jumat,28 Agustus 2026.
Hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember memastikan wilayah tersebut belum mengalami bencana kekeringan. Keluhan warga terkait kesulitan mendapatkan air bersih diketahui disebabkan persoalan teknis pada sumur milik pelapor.
Tim TRC BPBD Jember mendatangi lokasi setelah menerima laporan melalui layanan Wadul Gus e dengan nomor ID Wa. Laporan tersebut disampaikan Yuyun Laylifa yang mengadukan kondisi sumurnya yang disebut mengering dan meminta bantuan air bersih.
Tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB bersama unsur Desa Tangguh Bencana (Destana). Petugas kemudian menemui pelapor serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sumur milik warga dan sejumlah sumur di sekitar rumah pelapor.
Tim TRC BPBD Jember menemukan bahwa sumur milik pelapor sebenarnya masih memiliki air dengan kedalaman sekitar empat meter. Dengan demikian, sumur tersebut tidak dalam kondisi kering.
“Setelah kami cek langsung, sumur pelapor masih ada airnya dan tidak mengering. Permasalahannya lebih kepada pompa sumur yang tidak berfungsi, diduga karena kondisi sumur banyak lumpur,” kata Didi Teguh Dwi Santoso, S.Sos., Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Jumat.
Selain memeriksa sumur pelapor, petugas juga mengecek kondisi sumber air di sekitar lokasi. Hasilnya, sumur-sumur warga yang berada di sekitar rumah pelapor masih memiliki ketersediaan air yang cukup, bahkan disebut melimpah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, BPBD menyimpulkan kejadian yang dilaporkan bukan merupakan bencana kekeringan, melainkan persoalan teknis pada sarana sumur milik pelapor.
TRC BPBD kemudian menyarankan pelapor melakukan pengurasan sumur untuk membersihkan endapan lumpur sekaligus memperbaiki pompa agar kembali dapat digunakan.
Petugas juga memberikan edukasi kepada pelapor dan masyarakat mengenai kriteria bencana kekeringan serta langkah penanganannya. Warga diimbau tetap menghemat penggunaan air selama musim kemarau sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan ketersediaan air.
Didi menjelaskan, apabila di kemudian hari kondisi wilayah benar-benar mengalami kekeringan dan berdampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah desa dapat menyampaikan laporan resmi kepada BPBD Kabupaten Jember.
“Untuk kondisi saat ini aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat tetap berhemat menggunakan air selama musim kemarau,” ujarnya.
Kegiatan asesmen selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Tim BPBD bersama Destana kemudian kembali ke Markas Komando BPBD Jember. Selama pelaksanaan asesmen tidak ditemukan kendala berarti. (tgh)