BPBD Jember Lakukan Survei Awal Identifikasi Wilayah Rawan Banjir di Sumbersari untuk Perencanaan Mitigasi
- 20 Februari 2026
- Dibaca 406 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Lakukan Survei Awal Identifikasi Wilayah Rawan Banjir di Sumbersari untuk Perencanaan Mitigasi
BPBD Kabupaten Jember melaksanakan survei awal identifikasi wilayah rawan banjir sebagai bagian dari perencanaan mitigasi bencana di Kecamatan Sumbersari. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 18–19 Februari 2026, dengan menyasar sejumlah titik yang kerap mengalami genangan saat hujan deras. Lokasi yang menjadi fokus survei meliputi Jalan Kaliurang – Jalan Mastrip serta Jalan Jawa di Kecamatan Sumbersari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama genangan dan merumuskan langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi risiko banjir berulang di kawasan tersebut.
Di Jalan Kaliurang, tim menemukan adanya potensi banjir genangan berulang di wilayah RW 015, khususnya di sekitar Universitas Terbuka. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa outlet drainase yang terpusat di Jalan Kaliurang meluap akibat penyempitan penampang gorong-gorong crossing jalan. Dimensi gorong-gorong yang semula berukuran 2 meter x 0,8 meter menyempit menjadi 1,2 meter x 0,4 meter sehingga mengurangi kapasitas aliran air secara signifikan. Selain itu, ditemukan penumpukan sampah pada saluran drainase serta minimnya bak kontrol yang menyulitkan proses pemeliharaan. Tim juga mendapati adanya pengeblokan drainase menggunakan karung pasir yang turut memperhambat aliran air.
Sementara itu, di Jalan Mastrip ditemukan sedimentasi cukup signifikan pada gorong-gorong crossing jalan, tepatnya di sekitar Optik Jember ID, dengan tingkat sedimentasi diperkirakan melebihi 60 persen. Penumpukan sampah juga terlihat di beberapa titik saluran drainase sehingga memperburuk kapasitas aliran. Terdapat indikasi bahwa outlet drainase terpusat pada satu titik yang mengalir melalui Perumahan Mastrip menuju Sungai Antirogo, yang juga mengalami penyempitan dimensi saluran. Selain itu, kemiringan dasar saluran diduga cenderung mengalir ke arah timur, padahal seharusnya mengarah ke barat menuju sungai. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir genangan apabila terjadi hujan dengan intensitas besar dan durasi panjang.
Di Jalan Jawa, tim menemukan bahwa debit limpasan air yang melewati sistem drainase berasal dari outlet saluran pintu selatan Universitas Jember (Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum) dengan dimensi 2,5 meter x 1,1 meter. Sementara itu, dimensi saluran drainase di Jalan Jawa diperkirakan hanya sekitar 0,9 meter x 0,8 meter, sehingga terjadi ketidakseimbangan kapasitas aliran. Perbedaan dimensi ini berpotensi menimbulkan luapan ketika debit air meningkat secara signifikan. Genangan kerap terjadi di kawasan tersebut saat hujan deras dengan durasi lama, terutama ketika sistem drainase tidak mampu menampung limpasan air secara optimal.
Berdasarkan hasil survei, direkomendasikan agar dilakukan evaluasi kapasitas sistem drainase, termasuk gorong-gorong di wilayah tersebut, terhadap debit puncak aliran. Selain itu, diperlukan pembangunan bak kontrol pada saluran drainase guna mempermudah pemeliharaan dan pembersihan secara berkala. Normalisasi drainase juga menjadi langkah penting untuk mengurangi sedimentasi dan memastikan kelancaran aliran air. Kegiatan ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember bersama warga setempat yang turut memberikan informasi terkait titik-titik genangan. Hasil survei awal ini diharapkan menjadi dasar dalam perencanaan mitigasi banjir yang lebih komprehensif di Kecamatan Sumbersari.