Pulihkan Trauma ATS di Bangsalsari, PMKS Kecamatan dan Dinsos PPPA Jember Gandeng Psikolog
- 23 Juli 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Pulihkan Trauma ATS di Bangsalsari, PMKS Kecamatan dan Dinsos PPPA Jember Gandeng Psikolog
JEMBER, 23 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Bangsalsari melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendampingan kepada Anak Tidak Sekolah (ATS) yang membutuhkan perhatian khusus.
Salah satu bentuk upaya tersebut diwujudkan melalui pendampingan psikologis terhadap seorang ATS asal Desa Bangsalsari yang dilaksanakan di Garwita Institute, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Rabu 22 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh Kepala Seksi PMKS Kecamatan Bangsalsari beserta staf PMKS dan didampingi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember.
Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan pemulihan kondisi psikologis anak agar dapat kembali memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Anak yang mendapatkan pendampingan merupakan ATS berinisial MS, warga Dusun Rambutan, Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari. Berdasarkan hasil asesmen sebelumnya, yang bersangkutan mengalami gangguan mental akibat trauma sehingga memerlukan penanganan psikologis secara profesional.
Pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari proses asesmen yang telah dilakukan oleh Tim PMKS Kecamatan Bangsalsari bersama instansi terkait. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinsos PPPA terus berupaya memberikan layanan terpadu kepada anak-anak yang mengalami permasalahan sosial, termasuk ATS yang memerlukan penanganan khusus agar hak-haknya sebagai anak tetap terpenuhi.
Kepala Seksi PMKS Kecamatan Bangsalsari, Novi Arifiani, mengatakan bahwa pendampingan psikologis merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pemulihan kondisi mental.
"Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Apabila ditemukan anak yang mengalami trauma, putus sekolah, atau memiliki permasalahan sosial lainnya, pemerintah akan berupaya melakukan pendampingan sesuai kebutuhan melalui koordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.
Novi juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Bangsalsari agar memiliki kepedulian terhadap keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di lingkungan masing-masing.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya Anak Tidak Sekolah atau anak yang mengalami permasalahan sosial di lingkungannya," jelasnya.
Novi menjelaskan, laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau langsung berkoordinasi dengan Kecamatan Bangsalsari sehingga dapat segera ditindaklanjuti bersama Dinsos PPPA Kabupaten Jember.
“Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula pemerintah dapat memberikan perhatian, asesmen, dan pendampingan yang diperlukan,” sambungnya.
Menurut Novi, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penanganan ATS, karena tidak semua kasus dapat terdeteksi tanpa adanya informasi dari lingkungan sekitar.
Pemerintah Kecamatan Bangsalsari berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, pemerintah desa, serta berbagai lembaga terkait dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak yang memerlukan pendampingan khusus. (yun)