Sumur Warga Mengering, 40 KK di Tegal Gede Jember Andalkan Bantuan Air Bersih
- 19 Oktober 2026
- Dibaca 326 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, 40 KK di Tegal Gede Jember Andalkan Bantuan Air Bersih
JEMBER, 19 OKTOBER 2026 – Kekeringan membuat warga RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air bersih. Sejak Juli 2026, sejumlah sumur warga mulai mengering sehingga kebutuhan air sehari-hari semakin sulit dipenuhi.
Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) terdampak kondisi tersebut. Sumur warga yang memiliki kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air secara optimal. Sementara itu, sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan bantuan distribusi air bersih dari pemerintah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama unsur terkait kemudian melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak pada Senin, 19 Oktober 2026.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Naringga Manggala Putra, mengatakan distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
“Sejak Juli beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Kedalamannya sekitar 8 sampai 10 meter, sedangkan sumber mata air terdekat berjarak kurang lebih satu kilometer dari permukiman,” kata Naringga.
Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan distribusi air bersih bersama Perumdam Tirta Pandalungan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung dalam satu tandon milik warga yang telah tersedia di lokasi.
Tandon berkapasitas 5.000 liter tersebut disiapkan sebagai tempat penampungan agar air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan warga secara bersama-sama.
Selain mendampingi distribusi air, petugas juga melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan, dokumentasi, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-29 dalam penanganan dampak bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Jember.
Menurut Naringga, penanganan kekeringan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi sumber air warga belum kembali normal. BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali selama warga masih membutuhkan.
“Untuk sementara direkomendasikan distribusi 5.000 liter setiap dua hari sekali. Penanganan selanjutnya juga akan diteruskan kepada dinas terkait,” ujarnya.
Penanganan kekeringan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
Selain itu, distribusi dilakukan berdasarkan surat permohonan Kelurahan Tegal Gede Nomor 000.2.3.2/126/35.09.03.2005/2026 tentang Permohonan Bantuan Distribusi Air Bersih.
Kegiatan melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, RT/RW, dan warga. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, kondusif, dan terkendali tanpa kendala. (tgh)