Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kembali Distribusikan Air Bersih ke Pakusari
- 17 Oktober 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kembali Distribusikan Air Bersih ke Pakusari
JEMBER, 17 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Sabtu 17 Oktober 2026. Dalam distribusi bantuan ke-8 tersebut, BPBD mengirimkan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di empat dusun.
Empat wilayah yang menjadi sasaran distribusi meliputi Dusun Kaliwining, Dusun Karang Duren, Dusun Sanggar, dan Dusun Karang Sadang. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak kesulitan air bersih akibat musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Jember sejak Agustus 2026.
Kekeringan menyebabkan sumur-sumur milik warga di empat dusun tersebut mengering. Kondisi ini membuat masyarakat harus mencari alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai yang berjarak sekitar 800 meter dari permukiman. Sementara itu, warga lainnya memilih membeli air galonan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Keterbatasan akses air bersih semakin dirasakan karena wilayah terdampak belum memiliki jaringan pipanisasi yang dapat menyalurkan air secara langsung ke permukiman warga.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 09.15 WIB. Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Subo sebelum melaksanakan pendistribusian bantuan.
Selain mengirimkan air bersih, BPBD juga menyalurkan lima unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Air bersih dari truk tangki kemudian didistribusikan ke tandon-tandon yang telah tersedia agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai bencana kekeringan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Septa Tri Satya Budi, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang mengalami kesulitan akibat mengeringnya sumber air.
“Distribusi air bersih ini merupakan upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya warga di empat dusun di Desa Subo yang sumur-sumurnya sudah mengering. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Septa Tri Satya Budi.
Berdasarkan hasil pendataan, dampak kekeringan di Desa Subo tersebar di Dusun Kaliwining sebanyak 60 KK, Dusun Karang Duren 30 KK, Dusun Sanggar 30 KK, serta Dusun Karang Sadang 30 KK. Dengan demikian, total warga terdampak mencapai 150 KK.
Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih yang terus berlanjut, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali ke wilayah terdampak. Koordinasi dengan dinas terkait juga perlu diteruskan untuk mendukung penanganan kekeringan di kawasan tersebut.
Dalam kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jember turut berkoordinasi dengan Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau. Di sisi lain, kebutuhan penanganan berkelanjutan tetap diperlukan, terutama untuk mengatasi keterbatasan sumber air dan belum tersedianya jaringan pipanisasi di wilayah terdampak. (bob)