Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 40 KK di Tegal Gede
- 01 September 2026
- Dibaca 47 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kembali Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 40 KK di Tegal Gede
JEMBER, 01 SEPTEMBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Selasa 01 September 2026.
Penyaluran tersebut merupakan distribusi air bersih yang keenam di wilayah tersebut sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kesulitan warga mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih ke tandon yang telah tersedia di lokasi. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
Kondisi kekeringan di wilayah RT 04/RW 07 telah dirasakan masyarakat sejak Juli 2026. Sejumlah sumur warga dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter mulai mengalami kekeringan sehingga ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga semakin terbatas. Sementara itu, sumber mata air terdekat berada sekitar satu kilometer dari permukiman.
Situasi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagai bagian dari upaya penanganan, masyarakat setempat telah menyediakan satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT yang digunakan sebagai tempat penampungan air bantuan.
Tim TRC-PB BPBD Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.20 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dengan warga dan unsur lingkungan setempat sebelum melaksanakan pendistribusian air bersih. Selain menyalurkan bantuan, personel BPBD juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.
TRC BPBD Jember, Kurnia Dwi Pria Bakti, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Distribusi ini merupakan bagian dari penanganan terhadap warga yang terdampak kekeringan. Kami berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, terutama selama sumber air warga belum kembali normal,” ujar Kurnia.
Menurutnya, pendistribusian air dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan hasil pemantauan dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Keberadaan tandon yang telah disiapkan warga juga dinilai membantu proses penyaluran sehingga air dapat ditampung dan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh masyarakat terdampak.
Kurnia mengimbau warga untuk menggunakan air bantuan secara bijak dengan memprioritaskannya untuk kebutuhan penting sehari-hari. Masyarakat juga diminta terus berkoordinasi dengan perangkat lingkungan apabila terjadi perubahan kondisi atau kebutuhan air semakin meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menjaga kebersihan tempat penampungan. Apabila kondisi kekeringan semakin meluas, segera berkoordinasi dengan perangkat kelurahan maupun pihak terkait agar dapat dilakukan langkah penanganan lebih lanjut,” katanya.
Kegiatan distribusi air bersih ke-6 tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di lokasi terdampak dilakukan secara berkala sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali, menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Penanganan kekeringan di Tegal Gede terus dilakukan melalui koordinasi antara BPBD, perangkat wilayah, dan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga selama musim kemarau masih berlangsung. (bob)