logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Salurkan 2.500 Liter Air Bersih ke 45 KK di Mayang

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
sumur-warga-mengering-bpbd-jember-salurkan-2500-liter-air-bersih-ke-45-kk-di-mayang-20261001

Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Salurkan 2.500 Liter Air Bersih ke 45 KK di Mayang

JEMBER, 1 Oktober 2026 — Puluhan keluarga di Dusun Klayu, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur warga mengering selama musim kemarau.

Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 02 Dusun Klayu menjadi sasaran distribusi bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Kamis, 1 Oktober 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember menyalurkan satu tangki berkapasitas 2.500 liter air bersih sekaligus menempatkan dua tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk memudahkan warga mendapatkan pasokan air.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB setelah berangkat pada pukul 13.00 WIB. Distribusi air berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan melibatkan perangkat desa, RT/RW, serta warga setempat.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Qoidul Umam, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah adanya laporan warga mengenai kesulitan memperoleh air bersih.

“Warga di RT 04/RW 02 selama ini mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, karena musim kemarau, sumur-sumur warga dengan kedalaman sekitar 12 hingga 15 meter sudah mengering,” kata Umam.

Menurut dia, wilayah tersebut belum memiliki jaringan pipanisasi yang mengalir langsung ke rumah warga. Kondisi itu membuat warga harus mencari sumber air alternatif.

Sebagian warga mengambil air dari kawasan Pasar Sapi yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Sebagian lainnya memilih membeli air dalam galon. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga terpaksa memanfaatkan air sungai.

Dalam asesmen BPBD, kebutuhan air bersih terutama untuk minum dan memasak menjadi persoalan utama yang dihadapi 45 KK tersebut.

“Distribusi air dilakukan ke tandon yang disiapkan BPBD dan selanjutnya dimanfaatkan warga. Kami juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air bersih,” ujar Umam.

Distribusi sempat menghadapi kendala karena pangkon atau tempat penempatan tandon yang disiapkan di wilayah tersebut belum tersedia. Tandon kemudian diletakkan di lokasi yang lebih tinggi agar warga lebih mudah mengambil air.

Selain itu, akses menuju lokasi dinilai cukup sulit bagi kendaraan tangki. Karena itu, air disalurkan secara langsung ke jeriken dan galon milik warga.

BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan setiap dua hari sekali dengan tangki berkapasitas 2.500 liter. Penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk mencari solusi pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Distribusi air bersih ini merupakan penyaluran tahap kedua untuk warga RT 04/RW 02 Dusun Klayu yang terdampak kekeringan.(tgh)

Galeri Foto